Kenapa Orang Begitu Jujur di Facebook ?

Technorati Tags:

Hal ini yang pertama melintas di pikiran saya ketika membuka profile teman-teman di FB. Nama jelas, tanggal lahir, alamat lengkap, email, sekolah, tempat kerja, website dll ditulis dengan lengkap. Kenapa sih orang bisa begitu jujur di FB ?

Kalau teman saya, Wisnu bilang,

beda dunia kali… kalo gue tangkap, di dunia real… susah mengaktualisasikan diri, tapi kalo di internet, elo mo ngapain aja bisa…terserah, gak ada yang ngelarang..kalo di real kan masih ada peraturan2 yang membatasi kebebasan…. hahahahah…. najis banget ya gue…. “

Iya, emang elu najis, Nu. Hhueheuhehe .. badan lo musti disiram air dan pasir 7 kali ! Ini jawaban kayaknya untuk pertanyaan yang lain deh, Nu.

Terus saya tanya Sugeng. Katanya,

” Ga tau gue. kalo gue sih ga pernah jujur ama yg namanya jejaring sosial. liat aja term and condition nya fesbuk. FACEBOOK BERHAK MENGAMBIL DATA, FOTO YANG TERDAPAT DI DALAMNYA.”

Nah itulah pertanyaan saya. Kenapa orang bisa jujur di FB meski sudah ada term & condition seperti itu ?

Ehm… pikiran saya mungkin masih nyambung jaman dahulu IRC-an. Semua pakai nick name. Meski sudah ketemu muka bertahun-tahun, tetep aja panggilnya pakai nick name.

Nickname PutriManja bikin cowo-cowo pada kasih private msg. Padahal si putri belum tentu manja yang bikin gemes cowo-cowo. Ah .. belum tentu pula si empunya nickname itu seorang putri ! Nickname jadi tempat kita bersembunyi.

Di IRC seperti tebak-tebak buah manggis. Berusaha menuntupi informasi pribadi, karena orang yang kita hadapipun belum jelas. Dunia terbentang luas, tidak dibatas-batasi kamu teman siapa, dia teman siapa. Semua bisa saling berinteraksi. Any to any.

Jaman berubah. Frendsterpun hadir, yang sekarang rasanya sudah jadi jadul amat. Di frendster kita menemukan kisah seperti di film Six Degrees of Separation.   Hal ini yang dilanjutkan dan disempurnakan di FB.

FB emang dasarnya beda sama IRC. Jadi, kalaupun dapat teman baru di FB paling dia adalah temannya teman kita. Dari sini kepercayaan mulai dibangun. Jadi kalau kasih informasi sejujur-jujurnya memang perlu biar cepat dikenal dan gampang dicari. Senang dapat teman baru yang ada hubungannya dengan teman kita. Ceritanya sedikit banyak bisa nyambung.

Di FB orang membangun kepercayaan, apalagi kalau yang mau bisnis. Karena bisnis bisa lancar kalau dimulai dari rasa percaya. Mungkin itu juga alasannya kenapa orang begitu jujur di FB. Mungkin ada yang mau tambahin ?

Tapi yah… seperti yang dibilang Wisnu kalau di internet orang bisa ngapain aja tanpa aturan yang membatasi kebebasan [kayaknya ngga juga sih, Nu, kan ada CyberLaw],  meski itu temen kita, atau temennya temen kita, bisa jadi dia penjahat ! Terus sembari memekik kita bilang .” Yaaa… ampunnn… gue kira dia orang baek-baek. Kan dia temennya temen gue waktu SMP itu lohhh … gile kok dia jadi pembunuh gitu siihhh .” [Ini contoh reaksi temennya temen Ryan si orang jahat itu]

Gimana kalau data kita disalahgunakan oleh orang lain? Paranoid kah saya ? Mungkin. Apa kita merasa aman menyimpan dokumentasi kita meski FB sudah kasih term & condition yang disebut sama Sugeng ? Adakah yang bisa bantu saya untuk jawab ?

Begitu susahnyakah kita untuk jujur ?

Btw, kita pasang profile di FB, ketemu teman dan kembali menjalin persahabatan di FB, chatting di FB, lempar lemparan comment di FB, sharing foto di FB, inbox kita tersimpan di FB. FB kasih semua fasilitas. FB yang letaknya di benua yang bisa kita capai salah satunya dengan mengebor satu titik di Indonesia tegak lurus ke perut bumi sampai menembus ke ujung permukaan bumi lainnya. Susahnya ngomong Amerika yah …. hehehe…  Tapi ketika backbone ke FB putus, atau server FB drop, kita semua cuma bisa tekan refresh sambil berharap http://www.facebook.com bisa connect lagi.  Komunikasi kita terputus ketika FB inactive. Padahal, kita semua ada di Indonesia. Teman-teman kita di Indonesia. Kenapa musti nyebrang benua padahal semua ada di sini ? Kayaknya sama juga kalau kita ngomongin group mailinglist di Yahoo. Berapa Terabytes email kita tersimpan di Yahoo  dan Gmail ? Semua orangnya di sini, kenapa musti nyebrang ke sana dulu ? Kenapa ? Intel, FBI atau CIA  di sana gak perlu repot-repot untuk tahu bagaimana Indonesia, orang-orangnya, apa yang diminati, apa yang diributin, partai apa, agama apa, suku apa, suka apa, anak siapa, isi otaknya apa. Apa aja. Data lengkap, datang sendiri ga perlu googling.

Kenapa ? Karena kita sukanya gratisan, ya kan ?

Kenapa ? Karena ISP kita pelit ga mau bikin servis kayak gini yang gratisan, ya kan ?

Kenapa ? Karena kita maunya enak aja terima jadi, ya kan ?

Kenapa kita lebih suka diatur orang lain ? Apa karena  kutukan sebagai orang jajahan dari jaman VOC sampai sekarang belum juga lepas ? Bagaimana melepas kutukan itu ? Bagaimana si kodok dapat membuat putri cantik baik hati menciumnya supaya kembali menjadi pangeran perkasa ?

Kenapa ? Karena semuanya UUD. Ujung-ujungnya duit. Mereka ngasih sedikit gratisan ke banyak orang, tapi mereka dapet lebih banyak duit dari sewa backbone dan port internet ISP di sini !

Dan kita orang Indonesia, yang punya account FB oke-oke aja tuh ngga masalah, … ehh… gak merasa itu adalah masalah. Yang penting kita bisa confirm friend request dan menunjukkan kepada dunia betapa banyaknya teman kita. Ah jujurnya …

NB. :

Saya tetep ‘main’ di FB juga kok. Kontak dengan Erdin temen SMP yang bertahun-tahun nggak pernah ketemu, ketemu dua Bram yang satu di Medan satu di Belanda. Ketemu yang lain,  senangnya. Ah sudahlah ngga usah mikirin bandwidth toh yang bayar juga tenang-tenang aja. Soal jujur dan isi data lengkap, terserah deh masing-masing orang punya pendapat masing-masing. Yang penting gue asik-asik aja ..🙂

3 thoughts on “Kenapa Orang Begitu Jujur di Facebook ?

  1. karena nama, alamat, nomor handphone, agama, dan sebagainya sama sekali bukan rahasia

    kalau password email, no PIN ATM, nama selingkuhan, nah itu rahasia

    pa kabar neng

    1. Loohh…kalau gitu darimana yaa asal nyebarnya nama selingkuhanmu kepada khalayak ? BUkan lewat website juga ya ? huehuehue… *kidding*
      Kabar baek, Om. Masih di Jogyakah ?

  2. ya.. sebenarnya tergantung kitalah. Kalau kita merasa bahwa sesuatu itu bersifat rahasia, sperti no. PIN, data-data perusahaan, informasi rahasia suatu organisasi dan sejenisnya.. ya jangan diobral do situs jejaring. Tapi kalau cuma nama, alamat rumah ..ya gak apa-apa.. Lagian kita kan bisa mengenal teman-teman kita..!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s