Profesi di Film dan Sinetron

 Dari jaman dulu sampai sekarang, profesi tokoh-tokoh di filem atau sinetron sepertinya tidak berkembang.  Saya coba urutin, ya  yang biasa muncul adalah profesi sebagai berikut :

  1. Guru
  2. Dokter
  3. Suster
  4. PSK
  5. Tukang becak
  6. Supir Bajaj
  7. Insinyur
  8. Pengacara
  9. Model
  10. Penyanyi, terutama penyanyi pub
  11. Polisi
  12. Wartawan
  13. Penulis
  14. Pedagang
  15. Nelayan
  16. Petani
  17. Lurah
  18. Ketua RT/RW
  19. Direktur
  20. Sekretaris
  21. Satpam

 

Yang kayaknya  ga pernah muncul di filem atau sinetron, saya urutkan ngambil dari katagori pekerjaan di Jobsdb :

  • Accounting
  • Penagih pajak
  • Auditor
  • Arsitek
  • Business Development
  • Energi/Natural Resources
  • Engineering
  • IT
  • Pertambangan
  • Riset & Pengembangan
  • Telekomunikasi

 

Dari katagori ini masih banyak turunan profesi yang bisa kesebut seperti :

  • Purchasing Staff
  • Stock Control Staff
  • Network engineer
  • NMS Engineer
  • Radiowave Installer
  • Tower Maintenance
  • FO Engineer
  • Switching Engineer
  • System Analys
  • Research Analys
  • ERP/Project Management
  • Application Development
  • Programmer
  • dll

 

Kenapa mereka nggak muncul di film atau sinetron ? Kenapa bisa begitu ? Mari kita ambil contoh posisi Programmer :

  • Dengan posisi Programmer, dialog di sinetron tidak berkembang. Cuman ngomongin coding, mana ada yang ngerti.
  •  Perasaan Programmer susah dipahami oleh penulis naskah, sehingga mereka sulit menulis naskah berlatar belakang Programmer.
  • Dalam film atau sinetron, biasanya bercerita tentang perjuangan orang dari orang miskin terus berusaha  keras sehingga  dia bisa berhasil  dan sukses dalam hidupnya , tapi bagi Programmer, kegagalan adalah hal yang biasa. Kalau ceritanya  gagal maning … gagal maning … gimana bisa happy ending ?

 

Oya,perlu dipertegas, supaya nggak salah sambung,  programmer di sini bukan programmer yang membuat script dialog untuk acara di radio atau tv,   loh yaa …

 

Untuk posisi yang lain, mungkin penjelasannya bisa sama, atau juga bisa berbeda. Yang sama bisa jadi karena hati dan perasaan semua orang yang berprofesi yang selama ini nggak ada di sinetron  susah dipahami oleh penulis naskah, sehingga si penulis naskah susah juga menulis cerita berlatar belakang profesi yang susah dipahami hati dan perasaannya olehnya. Ah, tapi bisa jadi analisa ini salah, mungkin penulis naskah film dan sinetron bisa berkomentar.

 

2 thoughts on “Profesi di Film dan Sinetron

  1. he..he..he… padahal klo buat sinetron atau film tentang programer gak terlalu banyak pemain ya.. cukup beberapa orang aja duduk di depan komputer dengan wajah blo’on. soalna programer pada tahan duduk di depan komputer seharian penuh…. , gaya seperti org gila😛, kadang ngomong sendiri dan senyum2 sendiri klo script yang di buat berhasil seperti keinginannya.. ha..ha..ha..ha..ha…

    Hai dodol arab, kamu lagi bicarain diri sendiri ya …hahaha

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s