<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Enopiipone's Weblog</title>
	<atom:link href="http://enopiipone.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://enopiipone.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Dec 2009 04:13:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='enopiipone.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/16905889ee37a8c2acb8684fe889411a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Enopiipone's Weblog</title>
		<link>http://enopiipone.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://enopiipone.wordpress.com/osd.xml" title="Enopiipone&#8217;s Weblog" />
		<item>
		<title>Menjadi Manusia Indonesia yang Unggul dengan ASI Eksklusif</title>
		<link>http://enopiipone.wordpress.com/2009/11/23/menjadi-manusia-indonesia-yang-unggul-dengan-asi-eksklusif/</link>
		<comments>http://enopiipone.wordpress.com/2009/11/23/menjadi-manusia-indonesia-yang-unggul-dengan-asi-eksklusif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 04:42:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enopiipone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita dulu]]></category>
		<category><![CDATA[My Country]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enopiipone.wordpress.com/2009/11/23/menjadi-manusia-indonesia-yang-unggul-dengan-asi-eksklusif/</guid>
		<description><![CDATA[*diambil dari blog saya di geeks*
Ada dua berita sore ini yang menarik. Menlu Hassan Wirajuda dalam acara peresmian Program Duta Belia 2008 di hadapan para Duta Belia 2008 mengatakan, &#8221; Menjadi manusia yang unggul bukanlah pilihan, namun kewajiban bagi kalian.&#8221; Uh hebat ya kalimat pembangkit semangatnya.
Sedang berita kedua adalah tentang kampanye mendukung ibu menyusui yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enopiipone.wordpress.com&blog=1710113&post=54&subd=enopiipone&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>*diambil dari blog saya di geeks*</p>
<p>Ada dua berita sore ini yang menarik. Menlu Hassan Wirajuda dalam acara peresmian Program Duta Belia 2008 di hadapan para Duta Belia 2008 mengatakan, &#8221; Menjadi manusia yang unggul bukanlah pilihan, namun kewajiban bagi kalian.&#8221; Uh hebat ya kalimat pembangkit semangatnya.</p>
<p>Sedang berita kedua adalah tentang kampanye mendukung ibu menyusui yang diselenggarakan di Jayapura. Di situ dijelaskan bahwa Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dapat mengurangi resiko kematian pada bayi yang baru lahir. IMD akan menyelamatkan sekurangnya 30.000 bayi Indonesia. Dua berita itu jadi saling berkait. Yang satu kewajiban menjadi manusia unggul, yang satunya bagaimana menjadi manusia unggul.</p>
<p>Walaupun ASI itu baik, tapi ternyata di Indonesia hanya 40% bayi yang mendapat ASI Eksklusif selama 6 bulan. Ibu-ibu yang habis masa cutinya mungkin hanya bisa memberi ASI eksklusif 3 bulan saja. Padahal pasti ibu-ibu bekerja ini masih ingin memberikan yang terbaik buat bayinya. Cuma karena tuntutan pekerjaan, bayi akhirnya mengalah minum susu formula selama ibu di kantor.</p>
<p>Sebelum melangkah lebih lanjut, saya yakin sekali 99% dari pengakses geeks adalah bapak-bapak. Mangkanya, saya mau agar para bapak-bapak ini sadar bahwa keberhasilan ASI eksklusif ini juga sangat bergantung dari para bapak. Untuk anaknya sendiri, bapak-bapak bisa membantu memberi semangat kepada istri masing-masing. Bisa juga membantu menepuk-nepuk pundak bayi setelah menyusui agar bayi bisa bersendawa. Pijitin dong istrinya, karena menyusui itu capek banget. Pokoknya istrinya di-servis deh. Jangan malah lirik-lirik yang lain. Nah, kalau suaminya bertindak menyenangkan begini, istri akan senang, makannya tambah banyak, ASI nya tambah lancar, dan bayinya dapat gizi yang maksimal.</p>
<p>Untuk lingkungan, terutama di kantor, bagus banget kalau bapak-bapak bisa mengusulkan adanya ruangan maternity di kantor buat ibu-ibu yang masih masa menyusui, bagusnya dilengkapi dengan kulkas. Di sana ibu-ibu nyaman bisa memerah susu pada saat istirahat, sehingga bisa diberikan buat bayinya pada saat ibunya bekerja.</p>
<p>Sekarang ini banyak ibu-ibu bekerja yang memerah susunya di toilet ! Ya karena tempat yang paling aman cuma toilet. Sedang kita tahu toilet itu sarangnya kuman. Ironis, kan. Kalau di kantor punya ruangan sendiri ya nggak masalah bisa lebih privat. Atau para sekretaris yang bisa nebeng ruang bos nya kalau bos nya lagi ngga ada. Selebihnya paling ke toilet.Hal ini membuat ibu-ibu nggak merasa nyaman, yang berakibat ASI nya keluar tidak lancar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://enopiipone.files.wordpress.com/2009/11/dsc00021.jpg"><img style="border-width:0;" border="0" alt="DSC00021" src="http://enopiipone.files.wordpress.com/2009/11/dsc00021_thumb.jpg?w=367&#038;h=277" width="367" height="277"></a> </p>
<p><a href="http://enopiipone.files.wordpress.com/2009/11/dsc00022-2.jpg"><img style="border-width:0;" border="0" alt="DSC00022 (2)" src="http://enopiipone.files.wordpress.com/2009/11/dsc00022-2_thumb.jpg?w=367&#038;h=277" width="367" height="277"></a></p>
<p>Lihat deh kalau punya persediaan susu seperti ini. Ini ASI semua ,lho. Cuma dari seorang ibu saja ! Ibu ini bekerja juga,malah sering dapat tugas sampai malam dan mobile ke clientnya hampir tiap hari.&nbsp; Botol ASI bukan bagian depannya saja, tapi sampai ke pojok-pojoknya refrigerator isinya ASI semua.&nbsp; Ngga perlu beli susu formula yang mahal. ASI ini kalau di refrigerator akan awet dalam waktu 3 bulan, jadi jangan takut cepat rusak. Kalau mau diminumkan ke bayi tinggal di normalkan suhunya sampai cair, lalu rendam air panas biar hangat.</p>
<p>Kebetulan si ibu ini adalah adik saya yang kerja di kantor yang mendukung program ASI eksklusif. Bravo, ya Rini ! Saya kasih penghargaan sebesar-besarnya kepada Indosat, tempat Rini bekerja.</p>
<p>Nah, bapak-bapak yang ada di geeks, coba deh pengaruhi manajemen kantor masing-masing untuk bisa mendukung program ASI Eksklusif. </p>
<p>Kita sebagai orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik buat anak kita. Apakah nanti mereka menjadi anak-anak yang unggul atau biasa-biasa saja, setidaknya orang tua sudah berusaha semaksimal mungkin,memberikan yang terbaik buat mereka.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enopiipone.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enopiipone.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enopiipone.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enopiipone.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enopiipone.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enopiipone.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enopiipone.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enopiipone.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enopiipone.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enopiipone.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enopiipone.wordpress.com&blog=1710113&post=54&subd=enopiipone&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enopiipone.wordpress.com/2009/11/23/menjadi-manusia-indonesia-yang-unggul-dengan-asi-eksklusif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40da32576b4242854473fc14af61e1f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">enopiipone</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://enopiipone.files.wordpress.com/2009/11/dsc00021_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00021</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://enopiipone.files.wordpress.com/2009/11/dsc00022-2_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00022 (2)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjemput Hidayah di Baitullah. Share Pengalaman Berhaji Waktu Muda.</title>
		<link>http://enopiipone.wordpress.com/2009/11/02/menjemput-hidayah-di-baitullah-share-pengalaman-berhaji-waktu-muda/</link>
		<comments>http://enopiipone.wordpress.com/2009/11/02/menjemput-hidayah-di-baitullah-share-pengalaman-berhaji-waktu-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 05:32:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enopiipone</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enopiipone.wordpress.com/2009/11/02/menjemput-hidayah-di-baitullah-share-pengalaman-berhaji-waktu-muda/</guid>
		<description><![CDATA[ 
&#8220;Mbak, Ibu Bintari itu siapa, ya ?&#8221; Tiba-tiba lelaki di sebelahku itu bertanya, di sela-sela sesi tanya jawab yang dipandu oleh Marissa.
Ups.. agak kaget juga saya. Ini kali kedua saya kaget sama orang itu. Pertama, dia tahu-tahu duduk di kursi sebelah saya tanpa bertanya apakah kursi ini sudah ada yang menempati. Rasanya kalimat itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enopiipone.wordpress.com&blog=1710113&post=47&subd=enopiipone&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://enopiipone.files.wordpress.com/2009/12/dsc00140.jpg"><img style="border-bottom:0;border-left:0;border-top:0;border-right:0;" border="0" alt="DSC00140" align="right" src="http://enopiipone.files.wordpress.com/2009/12/dsc00140_thumb.jpg?w=244&#038;h=184" width="244" height="184"></a> </p>
<p>&#8220;Mbak, Ibu Bintari itu siapa, ya ?&#8221; Tiba-tiba lelaki di sebelahku itu bertanya, di sela-sela sesi tanya jawab yang dipandu oleh Marissa.</p>
<p>Ups.. agak kaget juga saya. Ini kali kedua saya kaget sama orang itu. Pertama, dia tahu-tahu duduk di kursi sebelah saya tanpa bertanya apakah kursi ini sudah ada yang menempati. Rasanya kalimat itu bukan sekedar basa-basi, tapi mengarah ke sopan santun, apalagi kami berada pada acara yang pastinya dihadiri oleh orang yang , bisa dibilang, berpendidikan. Kalimat bertanya &#8220;apa kursi ini sudah ada yang punya ?&#8221; , &#8220;Is this seat taken ?&#8221; seharusnya otomatis dia utarakan, mau di acara ini, mau di KFC atau food court apalah, tempat tunggu dokter dsb. dsb. Ehmm&#8230; apa saya yang menuntut terlalu lebih dari orang yang saya nggak kenal ? Bukan sih, cuma kalau dia tanya saya akan jawab bahwa, teman saya yang tadi duduk di sini sedang ke toilet. Dan dia pasti tahu apa artinya.</p>
<p>Saya jawab, &#8220;Bintari itu istrinya teman saya.&#8221; Sip kan ? Saya pikir pembicaraan berhenti.</p>
<p>Ternyata dia masih tanya ,&#8221; Maksud saya Ibu Bintari itu pendidikannya apa, kerjanya di mana , alasan apa dia menulis ?&#8221;</p>
<p>Walah</p>
<p>Saya jawab ,&#8221; Tadi sudah dijelaskan, mas waktu diawal. Yang saya tahu dia dari IPB,&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh saya datangnya telat. Oya saya wartawan dari majalah &#8216;bla&#8230;bla&#8230;bla&#8230;&#8221;, jawabnya.</p>
<p>Hmm&#8230; wartawan kalau mau dapat berita ya mbok datangnya on time dong. Masa tanya ke saya, nara sumber yang bisa saja ngomong ngasal-ngasal. Nggak valid dong.</p>
<p><span id="more-47"></span>
</p>
<p>Saya kasi tahu kalau saya rekan suami Bintari, seorang karyawan profesional di perusahaan telekomunikasi multinasional. Lainnya ? saya bilang saya nggak tau. Langsung aja tanya, Mas ke depan.</p>
<p>Masa sih saya bilang Bintari itu orangnya tomboy, kata Eddy, suaminya, dia kan jarang sisiran waktu di rumah. Itu kejadian waktu mereka masih pacaran lho, sekian belas tahun yang lalu. Sekarang kan dia sudah berjilbab dengan sangat cantik jelita begitu. Beda tipis lah sama Marissa.</p>
<p>Memang secara pribadi saya tidak kenal Bintari. Tapi saya kenal nama itu dari tahun sembilan puluhan ketika saya dan Eddy, suaminya, kerja di perusahaan yang sama, meskipun waktu itu kami beda lokasi, beda job description, dan nggak ada hubungan kerja secara langsung. Hal yang membuat saya dekat dengan Eddy karena dia teman sobat saya, Uqi dan kami kerap jalan bareng. Juga karena saya dan Eddy punya hobi sama yaitu batminton. Biasanya dua kali seminggu kami latihan di Senayan.</p>
<p>***</p>
<p>Eddy mengirim invitation lewat fb mengenai launching buku pertama Bintari. Ow.. teman saya ada yang jadi penulis ! Wah saya senang sekali, meskipun dia istri dari teman saya, actually. Seperti juga saya bangga berteman dengan Abi yang tulisannya suka nyelip di koran-koran nasional. Saya memang senang punya teman penulis, soalnya bisa jadi pemacu saya untuk ikut menulis, meski hanya buat konsumsi pembaca blog saya saja yang sangat jarang di update.</p>
<p>Dan siang itu tangga 27 Oktober jam 14.00 sayapun sudah berada di lokasi launching. Telat setengah jam karena menunggu Jeng Marissa yang akan menjadi MC, Itu lho Marissa yang pernah mencalonkan diri jadi Bupati Banten beberapa waktu yang lalu, acarapun dimulai.</p>
<p>Buku Bintari berjudul MENJEMPUT HIDAYAH DI BAITULLAH, berisi pengalaman Bintari dan Eddy ketika menjalankan Ibadah Haji beberapa tahun yang lalu. Bintari menulis dengan gaya bahasa santai, kadang terselip kalimat atau kata-kata slang yang sedang populer saat ini. Tidak terlalu terpaku menggunakan Bahasa Indonesia only, dia juga campur dengan Bahasa Jawa atau Bahasa Inggris. </p>
<p>Sungguh, bukan karena dia teman, membaca tulisan Bintari seperti sedang mendengarkan seorang sahabat bercerita saat duduk-duduk&nbsp; di warung kopi atau di mall. Kadang saya ikut terhanyut dalam suasana khidmat menunaikan ibadah haji, kadang saya ingin ikut tertawa dan memberi komentar ketika ia cerita hal-hal lucu. Kalau tidak ingat besok masuk kantor, saya masih terus membaca meski jam menunjukkan pukul 3 dini hari.</p>
<p>Bintari menulis dengan jujur tentang perasaannya yang hampa ketika pertama kali melihat Baitullah. Heran kok bisa begitu, sedangkan orang lain juga suaminya bercucuran air mata berjumpa dengan , konon, bangunan pertama yang ada di muka bumi ini, bangunan terakhir yang akan lenyap pada saat kiamat nanti dan kini sebagai bangunan yang menjadi kiblat untuk sujudnya semua muslim di seluruh dunia. </p>
<p>Pengalaman berhajinya yang disusun menjadi buku setebal 308 halaman memang ditujukan terutama buat orang-orang seusianya untuk dapat berhaji pada usia yang bisa dibilang relatif muda. Sebagai lulusan IPB tahun 1993 dan S2 lulusan IPMI Business School, pastinya Bintari ada dalam pergaulan kelas menengah yang kebanyakan sudah mapan dalam hal finansial. BIntari ingin mengingatkan teman-temannya untuk segera berhaji karena kita nggak tau sampai kapan kita masih diberi hidup oleh Allah. Jadi kalau ada duit, langsung aja mendaftar. Di samping itu, Ibadah Haji adalah ibadah fisik, di mana memang dibutuhkan ketahanan fisik yang luar biasa. Hal itu akan lebih memudahkan bila dilakukan pada saat muda.</p>
<p>Dear Bibin, thanks to remind me. </p>
<p>&nbsp;<a href="http://enopiipone.files.wordpress.com/2009/12/dsc00130.jpg"><img style="border-bottom:0;border-left:0;border-top:0;border-right:0;" border="0" alt="DSC00130" src="http://enopiipone.files.wordpress.com/2009/12/dsc00130_thumb.jpg?w=244&#038;h=184" width="244" height="184"></a> <a href="http://enopiipone.files.wordpress.com/2009/12/dsc00146.jpg"><img style="border-bottom:0;border-left:0;border-top:0;border-right:0;" border="0" alt="DSC00146" src="http://enopiipone.files.wordpress.com/2009/12/dsc00146_thumb.jpg?w=244&#038;h=184" width="244" height="184"></a> </p>
<p>***</p>
<p>Behind the scene, waktu launching sempat Eddy cerita kepada saya kalau dia juga ikutan menulis untuk buku itu. Setelah bersusah payah membuat tulisan, yang ada malah di-edit habis sama Bintari. &#8220;Gue kan udah cerita ini, ngapain ditulis lagi , &#8221; katanya. Ha ha .. yang gitu deh kalo biasa otak atik HP malah disuruh nulis :p</p>
<p>Doorprize yang berjubel itu ??? Iya memang disediakan doorprize kemarin itu. Tapi memang rejeki gue bukan di doorprize, tak satu lembar doorprize saya bawa pulang. Huhu&#8230; seandainya paket Clinnique nggak dikasi ke Marissa tapi dijadiin doorprize dan saya sebagai pemenangnya &#8230; huhuhu&#8230; andai yaaa &#8230;</p>
<p>Cowo wartawan kesiangan yang tadi ??? Ngga tau deh nasibnya. What should I think about him ? mukanya juga udah lupa ..huehuehue</p>
<p>Tadi (1 Nov) saya ke Gramedia Jameson Meruya, ada buku Bintari di tumpukan buku baru di kelompok buku-buku agama.Selamat beli ! </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enopiipone.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enopiipone.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enopiipone.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enopiipone.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enopiipone.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enopiipone.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enopiipone.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enopiipone.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enopiipone.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enopiipone.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enopiipone.wordpress.com&blog=1710113&post=47&subd=enopiipone&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enopiipone.wordpress.com/2009/11/02/menjemput-hidayah-di-baitullah-share-pengalaman-berhaji-waktu-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40da32576b4242854473fc14af61e1f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">enopiipone</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://enopiipone.files.wordpress.com/2009/12/dsc00140_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00140</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://enopiipone.files.wordpress.com/2009/12/dsc00130_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00130</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://enopiipone.files.wordpress.com/2009/12/dsc00146_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00146</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Palembang &#8211; Once Upon a Time</title>
		<link>http://enopiipone.wordpress.com/2009/09/09/palembang-once-upon-a-time/</link>
		<comments>http://enopiipone.wordpress.com/2009/09/09/palembang-once-upon-a-time/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 09:22:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enopiipone</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Country]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enopiipone.wordpress.com/2009/09/09/palembang-once-upon-a-time/</guid>
		<description><![CDATA[Ada tugas mendadak ke Palembang. Ah sebenarnya infonya nggak mendadak, sudah tahu dari 1 minggu yang lalu. Tapi baru dapat konfirmasi keberangkatan jam 8 malem hari Jumat waktu saya dalam perjalanan menuju Puncak. Padahal pesawatnya Sabtu jam 6.05 pagi !! Wah grabak grubuk deh persiapannya. Pulang dari Puncak, buru-buru packing, terus lanjut ke Bandara. 
Tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enopiipone.wordpress.com&blog=1710113&post=46&subd=enopiipone&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada tugas mendadak ke Palembang. Ah sebenarnya infonya nggak mendadak, sudah tahu dari 1 minggu yang lalu. Tapi baru dapat konfirmasi keberangkatan jam 8 malem hari Jumat waktu saya dalam perjalanan menuju Puncak. Padahal pesawatnya Sabtu jam 6.05 pagi !! Wah grabak grubuk deh persiapannya. Pulang dari Puncak, buru-buru packing, terus lanjut ke Bandara. </p>
<p>Tapi rencana nggak selalu sama dengan kenyataan. Sudah grabak-grubuk sampai ngos-ngosan, ternyata pesawat di-delay untuk waktu yang nggak bisa ditentukan karena kabut tebal di Palembang. Yah kalo masalahnya kayak gitu gak bisa protes deh. Mending lanjutin tidur di ruang tunggu. Mas-masnya yang dari Garuda kasih pengumuman berita terakhir dari Palembang, kirain kita sudah disuruh naik pesawat tapi ternyata kabut masih belum hilang-hilang. Pelipur lara dari Garuda kita dikasih snack. Snack habis, masih juga belum ada kabar. Pelipur lara selanjutnya kita dikasi makan pagi. Boleh pilih di 2 resto yang ada di dalam bandara. Selesai makan, dapat info kalau penumpang disuruh siap-siap. </p>
<p>Kabutnya pinter banget, bikin penumpang kekenyangan. Bikin satu jam ke Palembang nggak kerasa karena langsung blek tidur setelah take off.</p>
<p>Yang saya heran ya, mentang-mentang kita ke Palembang, di bandara tuh kok ya disambut sama&nbsp; Anwar Fuadi, si Wong Kito. Apa dia bagian penyambutan tamu di bandara Palembang ?&nbsp;&nbsp; Hihi&#8230; geer ya, orang dia lagi jemput temen-temennya. Tapi beliau sempet&nbsp; ngasih kartu namanya ke bapak yang jemput kita. Ah politisi itu deket-deketin rakyat kalo ada maunya aja. !</p>
<p>Setelah sms Bayu, saya dapat info rumah makan khas Palembang. Kata Bayu, dari tempat saya nginap tinggal naik angkot atau becak ke arah simpang, dekat Rumah Sakit Caritas. Jalan dikit, di situ tempatnya.</p>
<p>Kami[rame-rame 5 orang] jalan ke sana. Sebelum naik angkot saya tanya sama orang di pinggir jalan untuk tahu arah ke Caritas. Eh ternyata ndilalah rumah sakit itu ada di dekat kami berdiri ! Ya ampyun, Simpang juga kelihatan dari situ. Kami nggak jadi naik angkot/becak tapi jalan kaki.</p>
<p>Ini seperti cerita turis yang mau pergi ke Monas naik becak. Ini ceritanya.</p>
<p>&#8220;Bang, ke Monas berapa ?&#8221; Kata turis.</p>
<p>&#8220;sepuluh rebu, Mister&#8221;, kata abang beca.</p>
<p>Karena menurut Lonely Planet di Jakarta apa-apa musti nawar, dia nawarlah ke tukang becaknya.</p>
<p>&#8220;Tujuh ribu ya Bang, kan deket bisa kelihatan dari sini&#8221;, tawar si turis.</p>
<p>&#8221; yey, Mister ogah, kalo gitu mah Bulan juga keliatan dari sini&#8221;, jawab si abang becaknya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Atau seperti cerita sobat saya, Aji. Pada suatu hari dia ada wawancara kerja di WTC Sudirman.&nbsp; Dia nggak paham jalan di Jakarta. Posisi terakhir dia ada di Komdak.Kayaknya sih dari jembatan penyebrangan dia ngelihat tuh gedung WTC. Dengan semangat fresh graduate-nya, jalanlah dia ke arah WTC di siang hari yang bolong. Sukses, ya Ji , ha ha&#8230;Bulan juga kelihatan, nggak coba-coba jalan ke sana ?</p>
<p><span id="more-46"></span>
</p>
<p>Sama lah ceritanya sama kita ini. Kelihatan deket, pas dijalanin, jauh juga, yak.Mana udaranya puanas banget.&nbsp; Aneh juga, tadi pagi kabut tebal selimutin Bandara Palembang, eh siangnya panas nyelekit ke kulit nggak ketulungan. Mana nggak pakai lotion ber-SPF lagi.</p>
<p>Setelah sampai simpang, kelihatan ada rumah makan tulisannya SARINANDE, Rumah Makan Khas Palembang.</p>
<p>Sistemnya kayak rumah makan Padang. Semua lauk dihidangkan di meja. Saya nggak tau ya apa kami tuh kesiangan atau gimana karena lauk-lauknya kurang menarik minat. Saya ingat Bayu kerap ngomongin belida. Tadinya kirain dia punya cemceman namanya Belida, udah mau gue laporin tuh ke bininya, taunya itu sebangsa ikan dari sungai Musi. Terus saya tanya, ikan&nbsp; belida yang mana ?</p>
<p>Dengan semangatnya si bapak ngomong [pakai logat Palembang yang banyak mengandung unsur vokal O] kalau ikan itu makanan khas di situ. Dia tawarin ikan patin, katanya patin di situ beda dengan patin lain yang bau tanah. By the way bus way, pak, patinnya sudah mati, kan ? Kalo mati ya bau tanah duehh &#8230; hehehe. Dia lalu menghidangkan ikan belida yang dimasak asam, pedas, gurih, nggak tau ini namanya apa.</p>
<p>Aduh, suer, kuahnya seger banget, ikannya juga lembut, meski cara menghidangkannya sederhana dan kurang memancing orang untuk nyoba. Kalau buat saya, daging ikannya kurang banyak, dipotongnya terlalu kecil. Atau bisa jadi daging ikannya <em>mreteli</em> [apa tuh bahasa Indonesianya, berguguran kali ya] karena dimasak berkuah.</p>
<p>Jadi, sebutlah itu gulai belida, atau pindang belina, atau apalah. Kuahnya bening berwarna merah kecokelatan macam tom yam, ada cabai rawitnya utuh, ditabur kemangi yang emang cocok beradu sama ikan. Enak !</p>
<p>Tapi yang nggak habis pikir, di rumah makan sederhana begitu, kok bisa ya ber-5 makan sampai 275rb rupiah ? Padahal selain gulai belida, yang diambil juga cuma tumis tahu, ikan teri dan sepotong cumi goreng kecil mungil ? </p>
<p>***</p>
<p>Setelah tugas saya selesai saya niat mau keliling kota Palembang meski badan agak capek dan ngantuk. Saya telp.saudara yang pernah tugas di Palembang. Ketika saya tanya soal angkot/bis/becak untuk pergi jalan-jalan, dia sama sekali nggak menyarankan naik kendaraan umum. Kalau nggak ada mobil saya nggak boleh pergi ke mana-mana, palingan boleh seputaran hotel saja. Wadoh ini sama sekali menghambat semangat jalan-jalan saya. Tapi saya berfikir logis aja, lagian badan sedang capek dan ngantuk , jadi saya leyeh-leyeh di hotel kumpulan tenaga.
<p>Alasan saudara saya kenapa nggak boleh naik angkutan umum karena di Palembang rawan sekali kejahatan. Sebenarnya yang kasih warning bukan cuma saudara saya, ada beberapa teman seperjalanan saya juga dapat warning dari orang-orang setempat mengenai kejahatan di Palembang. Orang hotelpun sempat mengingatkan kita. Padahal malam hari saya pingin lihat jembatan Ampera yang konon katanya kalau malam terang benderang, pingin juga lihat Benteng Kuto Besak yang terkenal, selain makan pempek Candy yang kebetulan tokonya ada di samping hotel saya.
<p>Mengingat kondisi mata ngantuk dan badan cape, saya nggak terlalu kecewa tidak menyelusuri kota Palembang. Kejahatan memang ada di mana-mana, yang penting kita waspada. Cuma yang jadi pikiran saya, kampanye&nbsp; tentang keamanan kota Palembang yang disebarkan oleh warganya jadi bikin wisatawan ciut hati. Jelas maksud mereka baik. Mereka tahu kondisi kotanya lalu menginfokan kepada kita agar lebih waspada. Tapi gimana mau tenang jalan-jalan kalau hati sudah deg-degan tentang keamanan ?
<p>Bisa jadi ini posisinya sama dengan teman yang baru datang ke Jakarta, lalu saya kasih tau supaya dia berhati-hati. Jangan taro dompet di ransel, jangan taro henpon di kantong baju, jangan pakai perhiasan kinclong bling bling di bis kota, kalau bawa tas mendingan dikekepin, bawa ransel juga jangan kayak orang naik gunung, dan jangan jangan yang lain.
<p>Mungkin ada teman-teman di Palembang atau yang pernah lama di Palembang bisa kasih pendapat mengenai kota Palembang. Kenapa sih banyak yang kasih warning masalah keamanan, apakah memang parah banget ya ? Setelah jalan ke beberapa tempat, baru kali ini saya dapat warning yang bertubi-tubi tentang keamanan.  </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enopiipone.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enopiipone.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enopiipone.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enopiipone.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enopiipone.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enopiipone.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enopiipone.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enopiipone.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enopiipone.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enopiipone.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enopiipone.wordpress.com&blog=1710113&post=46&subd=enopiipone&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enopiipone.wordpress.com/2009/09/09/palembang-once-upon-a-time/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40da32576b4242854473fc14af61e1f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">enopiipone</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa yaa</title>
		<link>http://enopiipone.wordpress.com/2009/09/09/apa-yaa/</link>
		<comments>http://enopiipone.wordpress.com/2009/09/09/apa-yaa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 09:10:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enopiipone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enopiipone.wordpress.com/2009/09/09/apa-yaa/</guid>
		<description><![CDATA[Apa yaa
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enopiipone.wordpress.com&blog=1710113&post=45&subd=enopiipone&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Apa yaa</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enopiipone.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enopiipone.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enopiipone.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enopiipone.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enopiipone.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enopiipone.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enopiipone.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enopiipone.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enopiipone.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enopiipone.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enopiipone.wordpress.com&blog=1710113&post=45&subd=enopiipone&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enopiipone.wordpress.com/2009/09/09/apa-yaa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40da32576b4242854473fc14af61e1f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">enopiipone</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>9 September yang Unik</title>
		<link>http://enopiipone.wordpress.com/2009/09/09/9-september-yang-unik/</link>
		<comments>http://enopiipone.wordpress.com/2009/09/09/9-september-yang-unik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 09:09:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enopiipone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enopiipone.wordpress.com/2009/09/09/9-september-yang-unik/</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2000 dokter menyarankan saya untuk melakukan operasi cesar untuk kelahiran anak pertama kami karena letak bayi yang tidak kunjung berbalik dari kondisi sungsang, juga kondisi leher bayi yang terlilit tali makanan. Kebetulan bulan ke-9 kehamilan saya jatuh pada awal September. Dokterpun menanyakan kira-kira pada tanggal berapa operasi dapat dilakukan, tentunya setelah dia memberi range [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enopiipone.wordpress.com&blog=1710113&post=44&subd=enopiipone&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tahun 2000 dokter menyarankan saya untuk melakukan operasi cesar untuk kelahiran anak pertama kami karena letak bayi yang tidak kunjung berbalik dari kondisi sungsang, juga kondisi leher bayi yang terlilit tali makanan. Kebetulan bulan ke-9 kehamilan saya jatuh pada awal September. Dokterpun menanyakan kira-kira pada tanggal berapa operasi dapat dilakukan, tentunya setelah dia memberi range tanggal dalam minggu yang tepat untuk melahirkan.</p>
<p>Kami berdua memilih tanggal 5 September, karena tanggal itu adalah tanggal kelahiran suami saya. Insya Allah ulang tahunnya bisa bareng, kan. Eh, ternyata dokter menolak tanggal tersebut!</p>
<p>Dokter bilang kalau dia punya pengalaman tidak mengenakkan dengan cara penentuan tanggal operasi yang disamakan dengan ulang tahun seseorang. Wah, saya nggak tanya macam-macam pengalaman apa yang begitu membekas di hati dokter tersebut. Tersirat kami tahu maksudnya, tapi tidak coba mereka-reka dan kamipun tidak mau membahas.</p>
<p>Seperti halnya menentukan nomor cantik HP, untuk awal bulan September begitu mudahnya kemudian kita menemukan tanggal cantik. Yaitu tanggal 9. 9 September tahun Naga Emas ! Ya, tanggal 9 Sept 2000 disepakati dokter akan mengoperasi saya.</p>
<p>Kita manusia tentu hanya bisa sebatas merencanakan dan berikhtiar agar rencana itu terlaksana. Persiapan saya adalah mengajukan cuti mulai tanggal 5 September agar bisa beristirahat sebelum menghadapi operasi pertama dalam hidup saya. Tanggal 4 September saya masih melakukan meeting sampai pukul 8 malam, semacam meeting serah terima kerjaan. Semua terlihat akan terlaksana sesuai rencana.</p>
<p>Tanggal 5 September pagi saya cari nomor telp. bakery untuk pesan cake ultah suami yang rencananya mau dibawa ke kantornya. Tapi tiba-tiba ada sedikit bercak, meski tidak terasa sakit sama sekali. Sayapun mengkontak dokter. Saya yang tidak punya pengalaman apa-apa waktu itu santai saja. Tapi dokter bilang kalau saya musti diperiksa saat ini juga.</p>
<p>Dengan membawa tas ransel kecil yang berisi dompet dan bedak kamipun langsung ke rumah sakit. Waktu itu yang ada di pikiran saya, setelah periksa kami akan ke Carefour membeli satu dua perlengkapan bayi yang masih kurang. Tapi kemudian setelah diperiksa dokter bilang saat ini juga saya harus dioperasi! </p>
<p>To make long story short, lahirlah anak pertama kami di tanggal yang tadinya dokter tidak mau melakukan operasi ! Kami nggak mau berfikir macam-macam, semua sudah diatur sama Tuhan. Alhamdulillah semua berjalan dengan aman.</p>
<p>9 September yang tadinya akan jadi angka cantik tanggal kelahiran anak kami tinggal kenangan. Tidak menjadi masalah. Malah sekarang ada 2 orang di rumah yang ulang tahunnya bersamaan, tanpa direncanakan meskipun kelahiran melalui operasi cesar.</p>
<p>9-9-09 memang unik sehingga kadang kita ingin moment tertentu dalam hidup kita memiliki angka unik tersebut. Tapi, setiap hari juga unik. Setiap menit, setiap detik dalam hidup kita adalah unik, karena setiap waktu itu, berapapun angka yang tertera di dalam satuan tahun, bulan, hari, jam, menit ataupun detik&nbsp; tidak akan pernah terulang lagi dalam hidup kita. Unik, kan ?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enopiipone.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enopiipone.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enopiipone.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enopiipone.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enopiipone.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enopiipone.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enopiipone.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enopiipone.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enopiipone.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enopiipone.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enopiipone.wordpress.com&blog=1710113&post=44&subd=enopiipone&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enopiipone.wordpress.com/2009/09/09/9-september-yang-unik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40da32576b4242854473fc14af61e1f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">enopiipone</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Orang Begitu Jujur di Facebook ?</title>
		<link>http://enopiipone.wordpress.com/2008/12/05/kenapa-orang-begitu-jujur-di-facebook/</link>
		<comments>http://enopiipone.wordpress.com/2008/12/05/kenapa-orang-begitu-jujur-di-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 12:59:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enopiipone</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Country]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enopiipone.wordpress.com/2008/12/05/kenapa-orang-begitu-jujur-di-facebook/</guid>
		<description><![CDATA[Technorati Tags: Facebook
Hal ini yang pertama melintas di pikiran saya ketika membuka profile teman-teman di FB. Nama jelas, tanggal lahir, alamat lengkap, email, sekolah, tempat kerja, website dll ditulis dengan lengkap. Kenapa sih orang bisa begitu jujur di FB ?
Kalau teman saya, Wisnu bilang, 
&#8221; beda dunia kali&#8230; kalo gue tangkap, di dunia real&#8230; susah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enopiipone.wordpress.com&blog=1710113&post=40&subd=enopiipone&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="wlWriterSmartContent" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:86d500e2-fa8f-4df9-9dae-78bb98fd7f48" style="display:inline;margin:0;padding:0;">Technorati Tags: <a href="http://technorati.com/tags/Facebook" rel="tag">Facebook</a></div>
<p>Hal ini yang pertama melintas di pikiran saya ketika membuka profile teman-teman di FB. Nama jelas, tanggal lahir, alamat lengkap, email, sekolah, tempat kerja, website dll ditulis dengan lengkap. Kenapa sih orang bisa begitu jujur di FB ?</p>
<p>Kalau teman saya, Wisnu bilang, </p>
<p>&#8221; <em>beda dunia kali&#8230; kalo gue tangkap, di dunia real&#8230; susah mengaktualisasikan diri, tapi kalo di internet, elo mo ngapain aja bisa&#8230;terserah, gak ada yang ngelarang..kalo di real kan masih ada peraturan2 yang membatasi kebebasan&#8230;. hahahahah&#8230;. najis banget ya gue&#8230;. &#8220;</em>
<p>Iya, emang elu najis, Nu. Hhueheuhehe .. badan lo musti disiram air dan pasir 7 kali ! Ini jawaban kayaknya untuk pertanyaan yang lain deh, Nu. </p>
<p>Terus saya tanya Sugeng. Katanya,</p>
<p><em>&#8221; Ga tau gue. kalo gue sih ga pernah jujur ama yg namanya jejaring sosial. liat aja term and condition nya fesbuk. FACEBOOK BERHAK MENGAMBIL DATA, FOTO YANG TERDAPAT DI DALAMNYA.&#8221;</em></p>
<p>Nah itulah pertanyaan saya. Kenapa orang bisa jujur di FB meski sudah ada term &amp; condition seperti itu ?</p>
<p><span id="more-40"></span>
</p>
<p>Ehm&#8230; pikiran saya mungkin masih nyambung jaman dahulu IRC-an. Semua pakai nick name. Meski sudah ketemu muka bertahun-tahun, tetep aja panggilnya pakai nick name. </p>
<p>Nickname PutriManja bikin cowo-cowo pada kasih private msg. Padahal si putri belum tentu manja yang bikin gemes cowo-cowo. Ah .. belum tentu pula si empunya nickname itu seorang putri ! Nickname jadi tempat kita bersembunyi. </p>
<p>Di IRC seperti tebak-tebak buah manggis. Berusaha menuntupi informasi pribadi, karena orang yang kita hadapipun belum jelas. Dunia terbentang luas, tidak dibatas-batasi kamu teman siapa, dia teman siapa. Semua bisa saling berinteraksi. Any to any.</p>
<p>Jaman berubah. Frendsterpun hadir, yang sekarang rasanya sudah jadi jadul amat. Di frendster kita menemukan kisah seperti di film <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Six_degrees_of_separation" target="_blank">Six Degrees of Separation</a>.&nbsp;&nbsp; Hal ini yang dilanjutkan dan disempurnakan di FB. </p>
<p>FB emang dasarnya beda sama IRC. Jadi, kalaupun dapat teman baru di FB paling dia adalah temannya teman kita. Dari sini kepercayaan mulai dibangun. Jadi kalau kasih informasi sejujur-jujurnya memang perlu biar cepat dikenal dan gampang dicari. Senang dapat teman baru yang ada hubungannya dengan teman kita. Ceritanya sedikit banyak bisa nyambung.</p>
<p>Di FB orang membangun kepercayaan, apalagi kalau yang mau bisnis. Karena bisnis bisa lancar kalau dimulai dari rasa percaya. Mungkin itu juga alasannya kenapa orang begitu jujur di FB. Mungkin ada yang mau tambahin ?</p>
<p>Tapi yah&#8230; seperti yang dibilang Wisnu kalau di internet orang bisa ngapain aja tanpa aturan yang membatasi kebebasan [kayaknya ngga juga sih, Nu, kan ada CyberLaw],&nbsp; meski itu temen kita, atau temennya temen kita, bisa jadi dia penjahat ! Terus sembari memekik kita bilang .&#8221; Yaaa&#8230; ampunnn&#8230; gue kira dia orang baek-baek. Kan dia temennya temen gue waktu SMP itu lohhh &#8230; gile kok dia jadi pembunuh gitu siihhh .&#8221; [Ini contoh reaksi temennya temen Ryan si orang jahat itu]</p>
<p>Gimana kalau data kita disalahgunakan oleh orang lain? Paranoid kah saya ? Mungkin. Apa kita merasa aman menyimpan dokumentasi kita meski FB sudah kasih term &amp; condition yang disebut sama Sugeng ? Adakah yang bisa bantu saya untuk jawab ?</p>
<p>Begitu susahnyakah kita untuk jujur ? </p>
<p>Btw, kita pasang profile di FB, ketemu teman dan kembali menjalin persahabatan di FB, chatting di FB, lempar lemparan comment di FB, sharing foto di FB, inbox kita tersimpan di FB. FB kasih semua fasilitas. FB yang letaknya di benua yang bisa kita capai salah satunya dengan mengebor satu titik di Indonesia tegak lurus ke perut bumi sampai menembus ke ujung permukaan bumi lainnya. Susahnya ngomong Amerika yah &#8230;. hehehe&#8230;&nbsp; Tapi ketika backbone ke FB putus, atau server FB drop, kita semua cuma bisa tekan refresh sambil berharap <a href="http://www.facebook.com">http://www.facebook.com</a> bisa connect lagi.&nbsp; Komunikasi kita terputus ketika FB inactive. Padahal, kita semua ada di Indonesia. Teman-teman kita di Indonesia. Kenapa musti nyebrang benua padahal semua ada di sini ? Kayaknya sama juga kalau kita ngomongin group mailinglist di Yahoo. Berapa Terabytes email kita tersimpan di Yahoo&nbsp; dan Gmail ? Semua orangnya di sini, kenapa musti nyebrang ke sana dulu ? Kenapa ? Intel, FBI atau CIA&nbsp; di sana gak perlu repot-repot untuk tahu bagaimana Indonesia, orang-orangnya, apa yang diminati, apa yang diributin, partai apa, agama apa, suku apa, suka apa, anak siapa, isi otaknya apa. Apa aja. Data lengkap, datang sendiri ga perlu googling.</p>
<p>Kenapa ? Karena kita sukanya gratisan, ya kan ?</p>
<p>Kenapa ? Karena ISP kita pelit ga mau bikin servis kayak gini yang gratisan, ya kan ?</p>
<p>Kenapa ? Karena kita maunya enak aja terima jadi, ya kan ?</p>
<p>Kenapa kita lebih suka diatur orang lain ? Apa karena&nbsp; kutukan sebagai orang jajahan dari jaman VOC sampai sekarang belum juga lepas ? Bagaimana melepas kutukan itu ? Bagaimana si kodok dapat membuat putri cantik baik hati menciumnya supaya kembali menjadi pangeran perkasa ?</p>
<p>Kenapa ? Karena semuanya UUD. Ujung-ujungnya duit. Mereka ngasih sedikit gratisan ke banyak orang, tapi mereka dapet lebih banyak duit dari sewa backbone dan port internet ISP di sini ! </p>
<p>Dan kita orang Indonesia, yang punya account FB oke-oke aja tuh ngga masalah, &#8230; ehh&#8230; gak merasa itu adalah masalah. Yang penting kita bisa confirm friend request dan menunjukkan kepada dunia betapa banyaknya teman kita. Ah jujurnya &#8230; </p>
<p>NB. :</p>
<p>Saya tetep &#8216;main&#8217; di FB juga kok. Kontak dengan Erdin temen SMP yang bertahun-tahun nggak pernah ketemu, ketemu dua Bram yang satu di Medan satu di Belanda. Ketemu yang lain,&nbsp; senangnya. Ah sudahlah ngga usah mikirin bandwidth toh yang bayar juga tenang-tenang aja. Soal jujur dan isi data lengkap, terserah deh masing-masing orang punya pendapat masing-masing. Yang penting gue asik-asik aja .. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enopiipone.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enopiipone.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enopiipone.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enopiipone.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enopiipone.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enopiipone.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enopiipone.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enopiipone.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enopiipone.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enopiipone.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enopiipone.wordpress.com&blog=1710113&post=40&subd=enopiipone&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enopiipone.wordpress.com/2008/12/05/kenapa-orang-begitu-jujur-di-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40da32576b4242854473fc14af61e1f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">enopiipone</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Albertine Endah Si Selebriti</title>
		<link>http://enopiipone.wordpress.com/2008/08/08/albertine-endah-si-selebriti/</link>
		<comments>http://enopiipone.wordpress.com/2008/08/08/albertine-endah-si-selebriti/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 12:11:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enopiipone</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enopiipone.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[ 
Saya ngga kenal Albertine Endah.  Nggak bakal ngenalin kalau ketemu di jalan, karena memang nggak hapal mukanya kayak gimana.
 
Dulu pernah nonton di infotainment tentang Venna Melinda yang bikin buku dengan  Albertine Endah. Saya ngga belilah buku itu. Ngga nge-fans sama Venna Melinda soalnya.  Jadi beritanya lewat begitu saja.
 
Eh tapi ternyata dia bikin memoar buat Chrisye. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enopiipone.wordpress.com&blog=1710113&post=29&subd=enopiipone&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Saya ngga kenal Albertine Endah.<span>  </span>Nggak bakal ngenalin kalau ketemu di jalan, karena memang nggak hapal mukanya kayak gimana.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Dulu pernah nonton di infotainment tentang Venna Melinda yang bikin buku dengan<span>  </span>Albertine Endah. Saya ngga belilah buku itu. Ngga nge-fans sama Venna Melinda soalnya.<span>  </span>Jadi beritanya lewat begitu saja.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Eh tapi ternyata dia bikin memoar buat Chrisye. Saya nggak baca juga. Bukannya nggak ngefans sama Chrisye. Cuma males aja lah.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Beribu alasan pokoknya. Pada intinya, saya nggak tertarik membeli buku karya Albertine Endah. Hati saya sudah tertambat di NH Dini.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Tiba saatnya ketika ada cerita bersambung berjudul &#8220;Selebriti&#8221; di Kompas. Penulisnya Albertine Endah. Satu episode, dua episode lewat. Tapi lama-lama saya kok jadi kecanduan baca cerbung itu. Pernah saya pergi ke luar kota selama seminggu. Jadi agak sakau dan penasaran sama jalan cerita yang terputus. Untung korannya belum diloakin, jadi masih bisa saya baca sepulang dari luar kota.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">&#8220;Selebriti&#8221; ini bercerita tentang Icha,<span>  </span>cewe desa yang tergila-gila sama infotainment. Dia hapal nama-nama artis dalam dan luar negeri. Dia hapal semua gosip yang beredar di dunia selebriti, tentunya lewat tayangan infotainment di tivi. Cerita terus bergulir sampai tau-tau dia sendiri terjun di dunia selebriti yang biasanya cuma bisa dia lihat di tivi aja. Ketemu KD yang ramah, Luna Maya yang cantik dan semua selebriti itu tiba-tiba bisa dia lihat langsung.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Dia kemudian jadi asisten artis penyanyi dangdut yang jadi simpanan pejabat yang memperlakukan dia dengan semena-mena.<span>  </span>Ketika di penyanyi dangdut dilabrak sama istri pejabat, Icha ikut terpontang-panting, ehh ndilalah ketemu sama wartawan yang mempertemukan dia sama rapper ngetop yang lalu menjadikannya manager artis. Icha yang awalnya ikut ketiban sial gara-gara si penyanyi dangdut serasa menemukan dunia yang menyenangkan. Dia dapat handphone. Punya waktu luang buat belanja-belanja, malah jadi pacar si rapper. Icha sudah bisa ber-tank top seperti mahasiswi-mahasiswi jaman sekarang.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Ternyata dunia gemerlapnya hanya sebentar ketika si rapper kepergok menyimpan ganja. Sialnya, si rapper ketangkap setelah dia mengajak Icha nikah ! Icha lalu memutuskan pulang kampung. Tapi sebelum pulang kampung, seorang superdiva menawari pekerjaan manager artis kepadanya.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Dari penyanyi dangdut simpanan pejabat, rapper yang ngeganja, kemudian dia ketemu superdiva yang ternyata nyandu juga. Bukan nyandu ganja tapi nyandu sex !! Seru kan.<span id="more-29"></span></p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Nah , sampai hari ini ( 8/8/08 ) itu status terakhir cerita bersambung &#8220;Selebriti&#8221;.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Lucu, segar, tapi saya bilang sih agak berlebihan menggambarkan tokoh Icha sebagai tokoh sentral.<span>  </span>Aura Icha dari pertama bukan aura anak kampung.<span>  </span>Rata-rata para tokoh punya aura yang sama yan g bisa dilihat dalam percakapan-percakapan mereka, istilah yang dipakai, idiom-idiom gaul jaman sekarang atau celetukan-celetukan yang menohok. Kalau Albertine Endah itu anak gaul, kayaknya tokoh Icha itu adalah si penulis sendiri.<span>   Ini baru kayaknya lho.</span></p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Secara keseluruhan ceritanya ringan dan enak dibaca. Kadang-kadang saya senyum-senyum sendiri membayangkan Icha yang meruntuki nasipnya punya cowo yang ternyata jadi bencong ! Kalau cowo kamu jalan sama cewe lain, kamu bisa labrak cewe itu sampai puas.<span>  </span>Tapi kalo ternyata cowo kamu berubah jadi bencong, mau ngapain coba?</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Dan saya masih menanti Kompas besok pagi. Menanti segimana dahsyatnya Si Superdiva di pentas maupun di kamar. Apakah Si Penyanyi Dangdut akan muncul lagi setelah sempat dia bilang berhutang budi ke Icha ? Apa Icha jadi manager artis profesional atau mutung balik kampung ? Apakah<span>  </span>Deden, si mantan yang jadi bencong akan muncul dengan setting yang lebih memalukan ?<span>  </span>Ah penasaran, nek !<span>  </span></p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Jadi, Albertine Endah, saya akhirnya baca juga tulisanmu.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/enopiipone.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/enopiipone.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enopiipone.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enopiipone.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enopiipone.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enopiipone.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enopiipone.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enopiipone.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enopiipone.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enopiipone.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enopiipone.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enopiipone.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enopiipone.wordpress.com&blog=1710113&post=29&subd=enopiipone&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enopiipone.wordpress.com/2008/08/08/albertine-endah-si-selebriti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40da32576b4242854473fc14af61e1f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">enopiipone</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Danau Toba &#8211; The New 7 Wonders of Nature</title>
		<link>http://enopiipone.wordpress.com/2008/07/22/danau-toba-the-new-7-wonders-of-nature/</link>
		<comments>http://enopiipone.wordpress.com/2008/07/22/danau-toba-the-new-7-wonders-of-nature/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 10:16:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enopiipone</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Country]]></category>
		<category><![CDATA[danau toba]]></category>
		<category><![CDATA[new  wonders of nature]]></category>
		<category><![CDATA[Sipiso-piso]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enopiipone.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Bulan lalu saya vote  Danau Toba agar bisa masuk ke dalam The New 7 Wonders of Nature. Ini bukan karena saya pernah pergi ke sana dan waktu itupun saya belum pernah pergi ke Danau Toba,  tapi lebih karena Danau Toba ada di Indonesia dan saya sebagai orang Indonesia sudah sepatutnya memilih Danau Toba. Selain itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enopiipone.wordpress.com&blog=1710113&post=21&subd=enopiipone&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bulan lalu saya vote<span>  </span>Danau Toba agar bisa masuk ke dalam<a href="http://www.new7wonders.com/nature/en/liveranking/"> The New 7 Wonders of Nature</a>. Ini bukan karena saya pernah pergi ke sana dan waktu itupun saya belum pernah pergi ke Danau Toba,<span>  </span>tapi lebih karena Danau Toba ada di Indonesia dan saya sebagai orang Indonesia sudah sepatutnya memilih Danau Toba. Selain itu dari Indonesia diwakili oleh Krakatau dan Pulau Komodo.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Sudah diduga kalau vote di internet kontingen Indonesia pasti kalah dengan alasan orang Indonesia yang<span>  </span>internetan kalah banyak dengan negara lain (<a href="http://yb1zdx.arc.itb.ac.id/data/cd-ig2s/umum/route-mengalahan-australia-malaysia-di-internet-03-2004.rtf">Padahal menurut hitung-hitungannya Pak Onno, Indonesia bisa dengan mudah menjadi negara pengguna internet terbesar di dunia</a>).<span>  </span>Kalaupun internetan, belum tentu tahu ada site tersebut. Tidak ada gembar-gembor di media massa untuk ikutan sumbang klik. Adem ayem aja tuh, padahal tahun ini ada target 7 juta orang berkunjung ke Indonesia. Sampai hari ini saya lihat Danau Toba ada di urutan 25.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Tahun lalu institusi ini juga mengadakan vote The New 7 Wonders of World. Yang masuk 7 besar adalah Chichen Itza Mexico, Christ Redeemer Brazil, Colosseum Italia, Great Wall of China, Machu Picchu Peru, Taj Mahal India dan Petra Jordan.<span>  </span>Secara sinis mungkin kita bisa bilang pemilihan ini seperti pemilihan Idol-idol. Bukan situs resmi dari PBB. Yang penting punya banyak teman dan pulsa untuk sms, bisa deh menang dan terkenal. Apalagi waktu itu Borobudur<span>  </span>nggak masuk dalam list. Uh sebel.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Tapi kalau<span>  </span>menang, ini merupakan publikasi yang luar biasa. Contohnya patung Yesus di Brazil yang tahu-tahu mensejajarkan diri dengan Great Wall dan Taj Mahal. Meski dengan berbagai kontroversi tentang hasil pemilihan, publikasi yang mendunia ini setidaknya membukakan mata bahwa ada suatu tempat menarik di suatu negeri sebelah sana yang layak dikunjungi.<span>  </span></p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Mengacu pada pemilihan tahun lalu, belum tentu pemilihnya adalah cuma orang Meksiko, Brazil , Peru , Cinda, India, Jordan atau Italia saja sehingga bisa menang. Mungkin saja orang Meksiko dan Brazil melakukan vote berulang-ulang sehingga wakilnya bisa menang. Mereka berusaha menang karena mereka tahu efeknya bagi pariwisata di negaranya jika menang. Tapi seratus juta vote juga berasal dari segala penjuru dunia yang mungkin pernah ke sana, atau pingin ke sana lalu vote untuk lokasi-lokasi tersebut meski bukan berada di negara mereka.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Minggu lalu saya dapat tugas ke Medan. Seperti pucuk dicita ulam tiba. Saya lalu atur waktu biar bisa pergi ke Danau Toba. Saya rencanakan hari Senin dan Selasa di klien dan hari Rabu pergi ke Toba. Ternyata, hari Rabu tanggal 16 Juli adalah penutupan Pesta Danau Toba . Informasinya saya baca dari spanduk di pintu keluar Bandara juga di depan loby hotel. Dan katanya tanggal 16 Juli Pak SBY akan datang menutup acara tersebut. Kebetulan sekali.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Saya lalu menghubungi resepsionis hotel untuk bertanya apakah ada travel ke Danau Toba. Dia bilang tidak tahu dan tidak ada di hotel tersebut. Kalau mau ke sana bisa sewa mobil Rp. 65.000 per jam. Sayang sekali di hotel berbintang<span>  </span>yang memasang spanduk Pesta Danau Toba ternyata tidak ada informasi apapun tentang Pesta tersebut juga akomodasi menuju ke sana.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Kami memutuskan menyewa mobil di lain tempat dan berangkat pagi-pagi . Udara Medan yang sejuk di pagi hari dan keramaian khas kota-kota di Indonesia memanjakan mata kami.<span>  </span>Anak-anak pergi ke sekolah setelah libur panjang, pasar-pasar yang memakan sebagian jalan, lalu diikuti dengan deretan kebun kelapa sawit PTPN4 sepanjang jalan.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Pak Supir memasang lagu-lagu Panjaitan Bersaudara side A side B bolak-balik.<span>  </span>Saya jadi terlempar ke jaman prasejarah di atas Innova<span>  </span>plat putih yang baru 40 km dipakai jalan.<span>  </span>Alunan Gereja Tuapun membuat saya tertidur.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Sayup-sayup ada suara Ariel membangunkan saya.</p>
<p style="color:black;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Hatiku bimbang<br />
Namun tetap pikirkanmu<br />
Selalu, slalu dalam hatiku<br />
Ku melangkah<br />
Sejauh apapun itu<br />
Selalu, kau di dalam hatikuKu berjalan<br />
Berjalan memutar waktu<br />
Berharap, temukan sisa hatimu<br />
Mengertilah<br />
Ku ingin engkau begitu<br />
Mengerti, kau di dalam hatiku<span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Tak bisakah<br />
Kau menungguku<br />
Hingga nanti tetap menunggu<br />
Tak bisakah<br />
Kau menuntunku<br />
Menemani dalam hidupku<span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;"> </p>
<p></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;"> </p>
<p></span></span></p>
<p> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Ternyata punya juga dia kaset yang beginian. Kirain Pak Supir cuma punya<span>  </span>Panbers dan Charles Hutagalung aja.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Di Pematang Siantar kami berhenti sebentar untuk membeli roti Ganda. Pasti ada istimewanya roti ini sehingga pagi-pagi sudah banyak orang mengantri.<span>  </span>Rotinya sebenarnya roti tawar bantal biasa yang kemudian dibelah. Yang membuat roti ini terasa istimewa, <span id="more-21"></span>setelah dibelah mbak-mbak yang melayani mengoleskan butter cream dengan royalnya di kedua sisi roti kemudian menumpahkan meisis di atasnya. Roti ditangkupkan lalu dipotong-potong. Hasilnya, hmmm….. Enak banget. Apalagi roti tawarnya ngga kempes ketika digigit.<span>  </span>Roti ganda yang nikmat itu menemani kami menuju Parapat. mengenai Roti Ganda, selain cokelat ada juga yang pakai selai srikaya.Kayaknya enak juga.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Ketika mobil sedang melaju di jalan yang berkelok-kelok, tiba-tiba selintas kami melihat hamparan air yang luas seperti pantai. Oww.. Itu Danau Toba !! Subhanallah, keren banget. Cuma kami harus menahan diri menikmati pemandangan alam yang luar biasa ini, karena jalan masih berkelok-kelok dan kita belum sampai di lokasi wisata.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Kami sampai pukul 11.00. Kami lalu menyusuri pinggir danau dan mengambil beberapa foto.<span>  </span>Tempat itu begitu bagus. Terbayang bagaimana dahsyatnya proses terbentuknya danau yang adalah hasil dari letusan gunung vulkanik yang partikel-partikel hasil letusannya terbang ke seluruh penjuru dunia.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Rasanya aneh kalau pergi ke Toba tanpa menyeberang ke Samosir. Kami jadinya aneh,karena satu dan lain hal tidak menyeberang. Tapi kami sempat pergi ke dermaga. Kapal yang menuju Samosir tidak tahu mau berangkat jam berapa. Tergantung banyaknya penumpang. Ternyata sistem menunggu sewa di Samosir ini<span>  </span>diterapkan oleh para supir metromini<span>  </span>di Jakarta. Kalau berangkatnya belum jelas, apalagi pulangnya. Iya kalau hari itu juga ada kapal balik ke Parapat, kalau enggak ?<span>  </span></p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Oya, mengenai Pesta Danau Toba. Seharusnya saya yang pada tanggal 16 Juli ini ada di Danau Toba merasakan meriahnya suatu pesta. Saya nggak tau apa saya datang pada jam yang salah, tapi saya tidak menemukan keramaian seperti layaknya suatu pesta. Biasa aja tuh. Orang-orang yang saya temui juga rasanya biasa-biasa aja. Nggak yang antusias mau ini mau itu.<span>  </span>Kalaupun ada lomba berenang, ya cuma begitu saja. Setelah finish langsung bubar.<span>  </span>Ada juga tempat yang dipersiapkan untuk penutupan Pesta Danau Toba Pak SBY yang ternyata diundur jadi tanggal 17 Juli 2008. Tidak ada informasi apa-apa tentang Pesta Danau Toba, di Toba sekalipun !</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Memang ada spanduk. Tapi peta lokasi dimana akan diadakan event-event ? Jadual acara ? Makanan apa saja yang khas Toba yang bisa dicoba wisatawan ? Tak usahlah pakai mercon seperti pengantin Betawi tetangga saya di Joglo. Tapi, pesta apaan sih ? Untung Danaunya masih ada.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Kami kemudian melanjutkan perjalanan ke SiPiso-piso setelah makan di Rumah Makan Pojok Masakan Muslim di pinggir jalan arah keluar dari lokasi wisata. Ibu yang punya rumah makan menyambut kami dengan ramah. Ikan goreng dan gulai ikannya enak banget, segar and<span>  </span>baru diangkat dari penggorengan.<span>  </span>Apalagi ditambah sambel merah yang bikin mata berkejap-kejap. Cocok sekali menu ini di udara Parapat yang sepoi-sepoi dingin.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Sipiso-piso adalah tempat melihat danau Toba dari sisi yang lain. Di SiPiso-piso itu juga ada air terjunnya.<span>  </span>Toba dari Sipiso-piso itulah yang saya lihat di site The New 7 Wonders of Nature. Hanya satu kata.Keren !</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Apakah ini jadi hal yang nyambung atau nggak nyambung. Danau Toba &#8211; The New 7 Wonders of Nature &#8211; Pesta Danau Toba. Danau Toba dari sananya sudah bagus. Tinggal bagaimana membuat kemasan yang lebih bagus agar lebih banyak lagi orang datang.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Gimana kalau di airport diberi brosur atau bentuk informasi lain mengenai tempat wisata. Ah kuno ya usulnya. Tapi sekuno-kunonya usulan saya,<span>  </span>nggak ada airport di Indonesia yang menyediakan brosur-brosur<span>  </span>kecuali Bandara Ngurah Rai di terminal internasionalnya. Ngga tau yang domestik. Padahal kalau kita berkunjung ke luar negeri pasti disambut oleh brosur-brosur di mana-mana. Peta-peta juga disediakan gratis. Belum lagi voucher belanja. Cihuy banget kan. Kemudian di hotel-hotel juga disediakan brosur, peta, dan agenda acara di daerah yang bersangkutan.<span>  </span>Bukan cuma di bandara dan di hotel, di mall-mall juga<span>  </span>disebar informasi mengenai apa saja yang bisa wisatawan lakukan di kota tersebut. Intinya semua adalah informasi, informasi, informasi dan penyebarannya.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Khusus untuk Toba. Toba bagus banget. Nggak perlu lah itu acara lomba berenang, jumpa artis dan sebagainya kalau malah jadi seperti pesta kawinan.<span>   </span>Ibaratnya cewe, Danau Toba nggak perlu blush on biar kelihatan pipinya kemerahan, atau lipstick yang bikin bibir merah basah dan kinclong karena akan jadi terlalu artifisial. Kalau jadi cewe,<span>  </span>Danau Toba cuma perlu pembersih muka, sabun antiseptik biar jerawat nggak tumbuh di mana-mana, seminggu sekali mukanya dikasih masker biar kotoran-kotoran gampang terangkat.<span>  </span>Dijadualkan buat lulur sekujur badan biar daki-daki permanen yang bikin kumuh penampilan bisa rontok. Habis itu mandi rempah. Segar, kan. Pesona tubuhnya akan memancar ke mana-mana tanpa perlu tempelan kosmetik yang membuat gatal dan iritasi.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"><span> </span>Untuk Pesta Danau Toba yang kemarin itu, andai<span>  </span>dibuatkan peta besar tentang lokasi wisata dan jadual rangkaian acara yang terpasang di beberapa tempat, mungkin akan sangat membantu. Juga dibutuhkan informasi mengenai tempat-tempat makan di daerah itu.<span>  </span>Orang jalan-jalan kan butuh makan. Kalau makannya nggak bener, ya jadi nggak nyaman.<span>  </span>Eh tapi yang agak lucu tuh kenapa acaranya<span>  </span>tanggal 14 Juli sampai 16 Juli 2008 yang bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah ?<span>  </span>Ini kali salah satu yang bikin Pesta jadi nggak rame.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Di samping itu perlu juga disediakan penyeberangan ke Pulau Samosir dengan jadual dan ongkos yang jelas. Seperti halnya di Bali, orang-orang Toba juga bisa menjadi turis guide yang berkualitas yang bisa dengan lancar bercerita mengenai tanah kelahirannya dibumbui hikayat-hikayat masyarakat setempat.<span>  </span></p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Juga bisa berkoodinasi dengan hotel-hotel di Medan mengenai travel dan transportasi ke Toba.<span>  </span>Bukan cuma jalan di<span>  </span>Perapat yang dicat dan diaspal sama aparat (atau mungkin gara-gara SBY mau dateng, ya) , juga jalan ke Sipiso-piso dibagusin. Keren banget tu tempat, sayang kalau jalan ke sana kerasa susah, lama, geradakan dan membosankan.<span>   </span></p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Mudah-mudahan ada peningkatan deh untuk Pesta Danau Toba tahun depan.<span>  </span>Asal konsisten nggak on off<span>  </span>ngadain acaranya.<span>  </span>Kalau Dinas Pariwisatanya agak-agak mentok mikirnya, jangan malu-malu konsultasi dengan pakar pariwisata. Perlu studi banding ke tempat wisata di Paris. Ehem <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  [biasanya birokrat seneng nih denger yang beginian]. Siapa tahu Da Vinci Code Tour bisa jadi inspirasi.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Ah, gampang lu ya nulis !</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Yeh enak aja !.. Siapa bilang nulis itu gampang ? Susah lagi. Apalagi kalau nggak biasa.<span>  </span>Saya kan ngasih solusi juga, informasi juga, bukan sembarang nulis. Sesuai deh dengan kapasitas saya sebagai wisatawan.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Untuk publikasi, palingan saya bisa tunjukin site New 7 Wonders of Nature. Yuk kita ikut idol yang satu ini.<span>  </span>Kita vote buat Danau Toba, Krakatau dan Pulau Komodo.<span>  </span>Siapa tahu, tahu-tahu ketiganya masuk dalam New 7 Wonders of Nature. Siapa tahu kita dapat promosi gratis ke seluruh dunia dari site itu.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/enopiipone.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/enopiipone.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enopiipone.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enopiipone.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enopiipone.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enopiipone.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enopiipone.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enopiipone.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enopiipone.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enopiipone.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enopiipone.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enopiipone.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enopiipone.wordpress.com&blog=1710113&post=21&subd=enopiipone&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enopiipone.wordpress.com/2008/07/22/danau-toba-the-new-7-wonders-of-nature/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40da32576b4242854473fc14af61e1f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">enopiipone</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Susu Basi di Hipermarket Terkenal atau  &#8211;  Susu Kotak Frisian Flag Basi di Carrefour Ambasador -</title>
		<link>http://enopiipone.wordpress.com/2008/07/03/susu-basi-di-hipermarket-terkenal/</link>
		<comments>http://enopiipone.wordpress.com/2008/07/03/susu-basi-di-hipermarket-terkenal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 14:15:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enopiipone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[carrefour ambasador]]></category>
		<category><![CDATA[susu basi]]></category>
		<category><![CDATA[susu bermasalah]]></category>
		<category><![CDATA[susu kotak frisan flag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enopiipone.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[ Saya beli susu kotak UHT di suatu hipermarket. Malamnya anak saya minum susu itu, lalu bilang kalau susunya nggak enak. Setelah saya cicipi, ternyata benar. Susunya asam.  Saya putar-putar kotak susu itu mencari siapa tahu ada lobang kecil yang bocor. Kayaknya nggak ada,sih. Atau nggak kelihatan saking kecilnya. Tapi kemasan masih sangat bagus. Nggak penyok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enopiipone.wordpress.com&blog=1710113&post=19&subd=enopiipone&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> Saya beli susu kotak UHT di suatu hipermarket. Malamnya anak saya minum susu itu, lalu bilang kalau susunya nggak enak. Setelah saya cicipi, ternyata benar. Susunya asam.<span>  </span>Saya putar-putar kotak susu itu mencari siapa tahu ada lobang kecil yang bocor. Kayaknya nggak ada,sih. Atau nggak kelihatan saking kecilnya. Tapi kemasan masih sangat bagus. Nggak penyok apalagi basah.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> Saya telpon customer service susu kotak tersebut, tapi selalu dijawab oleh answering machine. Malas deh ngomong sama mesin.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Saya telpon ke hipermarket tersebut agar mereka bisa antisipasi siapa tahu dalam semua batch pengiriman susu tersebut bermasalah sehingga mereka bisa menarik sementara susu yang dipajang di supermarket untuk ditest. Kesian kan orang-orang yang terlanjur beli.<span>  </span>Mereka tidak mau melakukan itu tanpa bukti dari saya. Mereka bilang akan memberi ganti rugi susu yang sudah saya beli.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Kalau ganti rugi yang cuma sebelasan ribu rupiah, ngapain saya ngoyo ke sana. Jalanan macet, nggak becek sih, tapi susah parkir, ongkosnya lebih dari sebelas ribu rupiah.<span>  </span>Sementara di pikiran saya, ada anak lain yang juga meminum produk bermasalah itu, trus sakit. Siapa tanggung jawab ?</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Cerita jelasnya begini :</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Tanggal 27 Mei 2008 saya belanja di Carrefour Ambasador. Tepat pukul 20.21:43 saya bayar di kasir, sesuai dengan slip CC. Di antara belanjaan saya ada susu kotak Frisian Flag beberapa bungkus. Sampai di rumah, anak saya yang kecil, 2 1/2 tahun, minta susu kotak tersebut.<span>  </span>Baru dia minum sedikit, matanya berkejap-kejap, lalu dia bilang susunya nggak enak. Saya ambil susu kotak itu lalu saya cicipi. Eh …memang benar. Asam dan cair, disertai gerindil-gerindil nggak tau apa. <span id="more-19"></span>Saya ganti susu Frisian Flag-nya dengan susu kotak Indomilk yang saya juga beli bersamaan. Setelah minum Indomilk, dia bilang, yang ini enak.<span>  </span>Btw, ini sama sekali saya nggak pro Indomilk atau mendiskeditkan Frisian Flag. Ini cerita apa adanya saja.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Paginya tanggal 28 Mei 2008 saya telpon ke layananan customer service Frisian Flag. Sayang yang jawab mesin terus. Saya males ngomong sama mesin.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Masih tanggal 28 Mei 2008, sampai di kantor saya telpon ke Carrefour Ambasador dan dijawab dengan ramah oleh Ibu Ema. Nomor HP-nya ada di struk belanja. Kalau ngga salah dia bagian Customer Service. Saya mengeluhkan produk susu yang saya beli. Bu Ema mempersilakan saya mengembalikan susu tersebut ke Carrefour Ambasador dan dia akan melakukan menggantian semua susu Frisian Flag lainnya yang saya beli meski belum dibuka.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Oke saya rugi karena produk yang saya beli bermasalah. Anak saya minum susu rusak, tapi untungnya dia tidak sakit.<span>  </span>Tapi saya juga bilang kalau pointnya bukan<span>  </span>cuma itu.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Saya mengatakan kalau ada baiknya Carrefour menarik dahulu produk susu tersebut sebelum terjadi hal yang lebih parah. Bisa jadi cuma yang saya beli itu yang bermasalah, tapi bisa jadi produk yang dijual pada tanggal itu semua bermasalah. Saya pikir, Carrefour tidak akan rugi untuk melakukan pengetesan produk. Kalau toh yang lain tidak bermasalah, kan masih bisa dijual.<span>  </span>Saya persilakan pihaknya mengambil sampel susu di kantor saya di daerah Kuningan untuk dilakukan pengetesan oleh pihak pabrik. Tapi pihak Carrefour keberatan.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Baru tanggal 2 Juni 2008 saya bisa ke Ambasador.<span>  </span>Saya ketemu sama Pak Iwan (0813192508XX). Dia lalu mengganti susu kotak yang rusak dan susu kotak sejenis dengan uang sekitar 11 ribuan.<span>  </span>Saya tekankan bahwa buat saya bukan sekedar pengembalian uang, saya ingin pihak Carrefour menindaklanjuti masalah ini dengan Frisian Flag. Pak Iwan berjanji akan memberi kabar mengenai hal tersebut.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Janji janji tinggal janji bulan madu hanya mimpi. Seminggu berlalu, nggak ada telpon dari pihak Carrefour ataupun Frisian Flag. Tanggal 11 atau 12 Juni pagi (saya lupa pastinya), iseng-iseng saya SMS Pak Iwan menanyakan kabar.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Nggak lama setelah sampai kantor, Ibu Dwi Eri dari Frisian Flag menelpon saya. Beliau menanyakan komplain saya. Saya cerita sama dia<span>  </span>kronologisnya, dan saya katakan sudah sepuluh harian produk bermasalah itu ada di Carrerour Ambasador.Saya bilang kenapa baru sekarang di-follow up.<span>  </span>Ibu Eri bilang kalau dia baru saja dapat info dari Carrefour.<span>  </span></p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Ibu Eri lalu janji akan mengambil produknya tersebut untuk dilakukan test di lab. Beliau berjanji akan<span>  </span>memberikan report<span>  </span>setelahnya dan akan melakukan tindakan sesuai dengan hasil investigasi. Saya sempat menginfokan kalau saya sudah telpon ke customer service Frisian Flag cuma saya malas bicara sama mesin.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Siangnya, Pak Iwan telpon saya. Dia menanyakan apakah dari pihak Frisian Flag ada yang telpon. Saya bilang, ada. Cuma saya kecewa kenapa Carrefour baru memberitahu Frisian Flag setelah saya SMS, sepuluh hari setelah produk bermasalah diterima. Pak Iwan bersikeras kalau dia sudah telpon dari hari pertama saya komplain. Saya nggak tau yang benar siapa, yang bohong siapa. Tapi setelah saya bilang pihak Frisian Flag mau ambil sampel produknya, saya merasa kok Pak Iwan jadi agak tergagap ngomongnya. Atau cuma perasaan saya saja. Entah. Seingat saya Pak Iwan lalu bilang, jadi masalahnya sudah diurus sama Frisian Flag ya, bu. Kok jadi kayak estafet beregu campuran gini.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Tanggal 1 Juli 2008 ibu Eri telpon saya akan melakukan visit ke kantor saya esok hari.<span>  </span>Tanggal 2 Juli 2008 Bu Eri datang ke kantor. Beliau bilang kalau minta maaf tidak bisa memberikan laporan hasil pengujian karena ketika pihak Frisian Flag datang ke Carrefour Ambasador, pihak Carrefour sudah MEMBUANG susu kotak tersebut. Penonton kecewa.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Beberapa lama saya ngobrol sama Bu Eri. Saya katakan pada Bu Eri kalau saya tidak jadi antipati dengan Frisian Flag dan Carrefour . Saya masih tetap beli susu Frisian Flag untuk anak-anak saya. Saya masih belanja di Carrefour juga. Saya tidak menyalahkan Carrefour atau Frisian Flag. Apalagi ada pihak distributor yang saya ngga tau siapa, yang mestinya juga ikut bertanggung jawab bila masalahnya adalah ketika distribusi barang. Saya cuma minta nama-nama besar seperti Carrefour dan Frisian Flag mau care terhadap permasalahan yang terlihat kecil ini, tapi mempertaruhkan masalah kesehatan orang lain. Bisnis Carrefour dan Frisian Flag tidak akan berhenti gara-gara ini. Tapi orang akan simpati kalau mereka melakukan hal yang bisa menghindari potensi kerugian customernya, apalagi yang ada sangkutannya sama nyawa.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Saya agak heran waktu Bu Eri bilang, biasanya pihak Frisian Flag akan mengambil sampel produk bermasalah bila kita komplain. Kalau gitu, seharusnya pada hari saya telpon ke Carrefour yang diterima sama Ibu Ema itu, Ibu Ema ngga perlu nyuruh saya datang ke Carrefour. Dia kan punya akses ke Frisian Flag. Dia bisa kabari Frisian Flag dan orang Frisian Flag bisa ambil sampel produk ke kantor saya. Frisian Flag bisa langsung melakukan pengetesan produk di lab mereka.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Saya hanya bisa berprasangka. Bahwa buat Carrefour, pelanggan nggak usah banyak komplain macem-macem karena toh barang yang dibeli sudah dikembalikan duitnya. Carrefour cuma menghitung duit saja. Dia pikir secara finansial pelanggan nggak dirugikan apa-apa. Tapi dia nggak merespon dengan semestinya informasi mengenai produk makanan yang bermasalah, yang punya potensi membuat masalah yang lebih besar apabila tidak ditangani dengan benar.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Mudah-mudahan cuma susu kotak anak saya saja yang bermasalah. Mudah-mudahan nggak ada yang sakit keracunan susu yang beli dari Carrefour.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Bu Eri membawa sedus susu kotak untuk anak saya. Saya ucapkan terimakasih atas perhatian beliau. Ah, saya kok masih kecewa aja. Harusnya Carrefour sebagai bemper untuk masalah ini, punya standar prosedur menangani produk makanan bermasalah. Customer Service Carrefour bisa lebih fleksibel dan berfikir cepat menangani masalah seperti ini.<span>  </span>Harusnya ? Harusnya siapa ? Saya ? Huh !</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/enopiipone.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/enopiipone.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enopiipone.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enopiipone.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enopiipone.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enopiipone.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enopiipone.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enopiipone.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enopiipone.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enopiipone.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enopiipone.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enopiipone.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enopiipone.wordpress.com&blog=1710113&post=19&subd=enopiipone&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enopiipone.wordpress.com/2008/07/03/susu-basi-di-hipermarket-terkenal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40da32576b4242854473fc14af61e1f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">enopiipone</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Profesi di Film dan Sinetron</title>
		<link>http://enopiipone.wordpress.com/2008/04/06/profesi-di-film-dan-sinetron/</link>
		<comments>http://enopiipone.wordpress.com/2008/04/06/profesi-di-film-dan-sinetron/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Apr 2008 16:23:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enopiipone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita dulu]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[penulis naskah]]></category>
		<category><![CDATA[profesi]]></category>
		<category><![CDATA[sinetron]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enopiipone.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[ Dari jaman dulu sampai sekarang, profesi tokoh-tokoh di filem atau sinetron sepertinya tidak berkembang.  Saya coba urutin, ya  yang biasa muncul adalah profesi sebagai berikut :

Guru
Dokter
Suster
PSK
Tukang becak
Supir Bajaj 
Insinyur 
Pengacara
Model
Penyanyi, terutama penyanyi pub
Polisi
Wartawan
Penulis 
Pedagang
Nelayan
Petani
Lurah
Ketua RT/RW
Direktur
Sekretaris
Satpam

 
Yang kayaknya  ga pernah muncul di filem atau sinetron, saya urutkan ngambil dari katagori pekerjaan di Jobsdb :

Accounting
Penagih pajak
Auditor
Arsitek
Business Development
Energi/Natural Resources
Engineering
IT
Pertambangan
Riset [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enopiipone.wordpress.com&blog=1710113&post=17&subd=enopiipone&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> Dari jaman dulu sampai sekarang, profesi tokoh-tokoh di filem atau sinetron sepertinya tidak berkembang.<span>  </span>Saya coba urutin, ya<span>  </span>yang biasa muncul adalah profesi sebagai berikut :</p>
<ol style="margin-top:0;font-size:11pt;margin-bottom:0;margin-left:0.375in;direction:ltr;font-family:Calibri;unicode-bidi:embed;" type="1">
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Guru</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Dokter</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Suster</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">PSK</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Tukang becak</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Supir Bajaj </span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Insinyur </span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Pengacara</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Model</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Penyanyi, terutama penyanyi pub</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Polisi</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Wartawan</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Penulis </span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Pedagang</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Nelayan</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Petani</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Lurah</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Ketua RT/RW</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Direktur</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Sekretaris</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Satpam</span></li>
</ol>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;vertical-align:middle;"> </p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;vertical-align:middle;">Yang kayaknya<span>  </span>ga pernah muncul di filem atau sinetron, saya urutkan ngambil dari katagori pekerjaan di Jobsdb :</p>
<ul style="margin-top:0;margin-bottom:0;margin-left:0.375in;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" type="disc">
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Accounting</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Penagih pajak</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Auditor</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Arsitek</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Business Development</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Energi/Natural Resources</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Engineering</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">IT</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Pertambangan</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Riset &amp; Pengembangan</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Telekomunikasi</span></li>
</ul>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;vertical-align:middle;"> </p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;vertical-align:middle;">Dari katagori ini masih banyak turunan profesi yang bisa kesebut seperti :</p>
<ul style="margin-top:0;margin-bottom:0;margin-left:0.375in;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" type="disc">
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Purchasing Staff</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Stock Control Staff</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Network engineer</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">NMS Engineer</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Radiowave Installer</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Tower Maintenance</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">FO Engineer</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Switching Engineer</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">System Analys</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Research Analys</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">ERP/Project Management</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Application Development</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Programmer</span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">dll</span></li>
</ul>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;vertical-align:middle;"> </p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;vertical-align:middle;">Kenapa mereka nggak muncul di film atau sinetron ? Kenapa bisa begitu ? Mari kita ambil contoh posisi Programmer :</p>
<ul style="margin-top:0;margin-bottom:0;margin-left:0.375in;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" type="disc">
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Dengan posisi Programmer, dialog di sinetron tidak berkembang. Cuman ngomongin coding, mana ada yang ngerti.<span id="more-17"></span></span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;"><span> </span>Perasaan Programmer susah dipahami oleh penulis naskah, sehingga mereka sulit menulis naskah berlatar belakang Programmer. </span></li>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Dalam film atau sinetron, biasanya bercerita tentang perjuangan orang dari orang miskin terus berusaha<span>  </span>keras sehingga<span>  </span>dia bisa berhasil<span>  </span>dan sukses dalam hidupnya , tapi bagi Programmer, kegagalan adalah hal yang biasa. Kalau ceritanya<span>  </span>gagal maning … gagal maning … gimana bisa happy ending ?</span></li>
</ul>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;vertical-align:middle;"> </p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;vertical-align:middle;">Oya,perlu dipertegas, supaya nggak salah sambung,<span>  </span>programmer di sini bukan programmer yang membuat script dialog untuk acara di radio atau tv,<span>   </span>loh yaa …</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;vertical-align:middle;"> </p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;vertical-align:middle;">Untuk posisi yang lain, mungkin penjelasannya bisa sama, atau juga bisa berbeda. Yang sama bisa jadi karena hati dan perasaan semua orang yang berprofesi yang selama ini nggak ada di sinetron<span>  </span>susah dipahami oleh penulis naskah, sehingga si penulis naskah susah juga menulis cerita berlatar belakang profesi yang susah dipahami hati dan perasaannya olehnya. Ah, tapi bisa jadi analisa ini salah, mungkin penulis naskah film dan sinetron bisa berkomentar.</p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0 0 0 0.375in;"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/enopiipone.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/enopiipone.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enopiipone.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enopiipone.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enopiipone.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enopiipone.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enopiipone.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enopiipone.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enopiipone.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enopiipone.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enopiipone.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enopiipone.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enopiipone.wordpress.com&blog=1710113&post=17&subd=enopiipone&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enopiipone.wordpress.com/2008/04/06/profesi-di-film-dan-sinetron/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40da32576b4242854473fc14af61e1f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">enopiipone</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>