Apa yaa

Apa yaa

9 September yang Unik

Tahun 2000 dokter menyarankan saya untuk melakukan operasi cesar untuk kelahiran anak pertama kami karena letak bayi yang tidak kunjung berbalik dari kondisi sungsang, juga kondisi leher bayi yang terlilit tali makanan. Kebetulan bulan ke-9 kehamilan saya jatuh pada awal September. Dokterpun menanyakan kira-kira pada tanggal berapa operasi dapat dilakukan, tentunya setelah dia memberi range tanggal dalam minggu yang tepat untuk melahirkan.

Kami berdua memilih tanggal 5 September, karena tanggal itu adalah tanggal kelahiran suami saya. Insya Allah ulang tahunnya bisa bareng, kan. Eh, ternyata dokter menolak tanggal tersebut!

Dokter bilang kalau dia punya pengalaman tidak mengenakkan dengan cara penentuan tanggal operasi yang disamakan dengan ulang tahun seseorang. Wah, saya nggak tanya macam-macam pengalaman apa yang begitu membekas di hati dokter tersebut. Tersirat kami tahu maksudnya, tapi tidak coba mereka-reka dan kamipun tidak mau membahas.

Seperti halnya menentukan nomor cantik HP, untuk awal bulan September begitu mudahnya kemudian kita menemukan tanggal cantik. Yaitu tanggal 9. 9 September tahun Naga Emas ! Ya, tanggal 9 Sept 2000 disepakati dokter akan mengoperasi saya.

Kita manusia tentu hanya bisa sebatas merencanakan dan berikhtiar agar rencana itu terlaksana. Persiapan saya adalah mengajukan cuti mulai tanggal 5 September agar bisa beristirahat sebelum menghadapi operasi pertama dalam hidup saya. Tanggal 4 September saya masih melakukan meeting sampai pukul 8 malam, semacam meeting serah terima kerjaan. Semua terlihat akan terlaksana sesuai rencana.

Tanggal 5 September pagi saya cari nomor telp. bakery untuk pesan cake ultah suami yang rencananya mau dibawa ke kantornya. Tapi tiba-tiba ada sedikit bercak, meski tidak terasa sakit sama sekali. Sayapun mengkontak dokter. Saya yang tidak punya pengalaman apa-apa waktu itu santai saja. Tapi dokter bilang kalau saya musti diperiksa saat ini juga.

Dengan membawa tas ransel kecil yang berisi dompet dan bedak kamipun langsung ke rumah sakit. Waktu itu yang ada di pikiran saya, setelah periksa kami akan ke Carefour membeli satu dua perlengkapan bayi yang masih kurang. Tapi kemudian setelah diperiksa dokter bilang saat ini juga saya harus dioperasi!

To make long story short, lahirlah anak pertama kami di tanggal yang tadinya dokter tidak mau melakukan operasi ! Kami nggak mau berfikir macam-macam, semua sudah diatur sama Tuhan. Alhamdulillah semua berjalan dengan aman.

9 September yang tadinya akan jadi angka cantik tanggal kelahiran anak kami tinggal kenangan. Tidak menjadi masalah. Malah sekarang ada 2 orang di rumah yang ulang tahunnya bersamaan, tanpa direncanakan meskipun kelahiran melalui operasi cesar.

9-9-09 memang unik sehingga kadang kita ingin moment tertentu dalam hidup kita memiliki angka unik tersebut. Tapi, setiap hari juga unik. Setiap menit, setiap detik dalam hidup kita adalah unik, karena setiap waktu itu, berapapun angka yang tertera di dalam satuan tahun, bulan, hari, jam, menit ataupun detik  tidak akan pernah terulang lagi dalam hidup kita. Unik, kan ?

Susu Basi di Hipermarket Terkenal atau – Susu Kotak Frisian Flag Basi di Carrefour Ambasador -

 Saya beli susu kotak UHT di suatu hipermarket. Malamnya anak saya minum susu itu, lalu bilang kalau susunya nggak enak. Setelah saya cicipi, ternyata benar. Susunya asam.  Saya putar-putar kotak susu itu mencari siapa tahu ada lobang kecil yang bocor. Kayaknya nggak ada,sih. Atau nggak kelihatan saking kecilnya. Tapi kemasan masih sangat bagus. Nggak penyok apalagi basah.

 Saya telpon customer service susu kotak tersebut, tapi selalu dijawab oleh answering machine. Malas deh ngomong sama mesin.

 

Saya telpon ke hipermarket tersebut agar mereka bisa antisipasi siapa tahu dalam semua batch pengiriman susu tersebut bermasalah sehingga mereka bisa menarik sementara susu yang dipajang di supermarket untuk ditest. Kesian kan orang-orang yang terlanjur beli.  Mereka tidak mau melakukan itu tanpa bukti dari saya. Mereka bilang akan memberi ganti rugi susu yang sudah saya beli.

 

Kalau ganti rugi yang cuma sebelasan ribu rupiah, ngapain saya ngoyo ke sana. Jalanan macet, nggak becek sih, tapi susah parkir, ongkosnya lebih dari sebelas ribu rupiah.  Sementara di pikiran saya, ada anak lain yang juga meminum produk bermasalah itu, trus sakit. Siapa tanggung jawab ?

 

Cerita jelasnya begini :

Tanggal 27 Mei 2008 saya belanja di Carrefour Ambasador. Tepat pukul 20.21:43 saya bayar di kasir, sesuai dengan slip CC. Di antara belanjaan saya ada susu kotak Frisian Flag beberapa bungkus. Sampai di rumah, anak saya yang kecil, 2 1/2 tahun, minta susu kotak tersebut.  Baru dia minum sedikit, matanya berkejap-kejap, lalu dia bilang susunya nggak enak. Saya ambil susu kotak itu lalu saya cicipi. Eh …memang benar. Asam dan cair, disertai gerindil-gerindil nggak tau apa. Baca entri selengkapnya »

Makam Wangi

Bukan karena sekarang malam Jumat mangkanya saya cerita kuburan, suatu tempat yang kita takut-takut lewat dekatnya tapi pasti kita akan ada di sana pada saatnya.

Saya suka sebel juga sama orang yang dengan gaya sok cool bilang, isinya kan orang mati, ngapain takut, mereka toh udah ngga bisa ngapa-ngapain ! Iya sih emang bener. Tapi siapa yang kuper nggak pernah denger cerita seram tentang kuburan ?  Pingin tutup mata, pingin tutup telinga tapi tetep pingin juga mendengarkan orang cerita yang seram-seram. Efeknya, kita jadi takut sama kuburan.

 

Ingat masa dulu. Kalau sedang kumpul-kumpul di rumah teman atau ketika camping, salah satu kegiatan yang seru adalah mendengarkan cerita seram. Suasana jadi tegang. Dan kalau ada yang iseng bikin kaget sehingga para peserta pada menjerit. Hiiiiiiiiiiiiiiiiii …… Belum lagi setelah itu ada yang kecentilan minta dianterin pulang, padahal rumahnya di gang yang sama dengan tempat kumpul-kumpul.

 

Di jamannya sinetron seperti sekarang ini, cerita seram atau yang berhubungan dengan kuburan malah kok jadi memuakkan. Mungkin benar ada kejadian-kejadian di mana orang-orang yang jahat atau tidak beriman langsung mendapat balasannya ketika detik-detik menuju ajalnya.  Ada yang meninggalnya susah, ada yang kuburannya nggak muat-muat dimasukin jenasah, ada yang selalu keluar air di lubang kubur,  ah banyak deh. Ketika  sesekali kita mendengar atau melihat atau membaca cerita semacam itu, kita jadi diingatkan akan apa yang telah kita kerjakan di dunia ini. Dunia fana yang kita nggak tau berapa lama kita masih bisa berada di dalamnya sebelum kita jalan ke dunia abadi di akherat nanti. Tapi kalau cerita seperti ini merupakan hal rutin yang disiarkan tiap minggu, tiap stasiun tivi punya acara sejenis, tiap kita menyalakan remote kita diberi hidangan semacam ini, apa nggak muak jadinya ?  Tapi emang bener ya, apa-apa yang berlebih pasti memuakkan.

 

Kalau sekarang saya mau cerita,mudah-mudahan tidak memuakkan karena saya mau cerita tentang  kuburan juga. Cerita nyata yang terjadi beberapa minggu yang lalu. He .. He … bukan sinetron tapi ya. Baca entri selengkapnya »

Di Mimpi Saya Totto Chan Bertemu Bersihar Lubis

Minggu pagi yang cerah setelah semalaman hujan membuat saya tiba-tiba menjadi was-was dengan tumpukan kerdus yang belum sempat saya bongkar sejak pindahan rumah 7 tahun yang lalu ! Awalnya memang cuma enam kerdus, tapi lama-lama nambah kerdus-kerdus bekas belanjaan, kain-kain yang nggak kepakai, keset, kaleng-kaleng cat, sama lainnya banyak deh ! Sebenarnya saya sudah lama pingin beresin, tapi kerap dikalahkan kegiatan lain . Minggu pagi kemarin, saya niatin untuk membereskan semuanya. Kalau ada yang masih bisa kepakai ya dipakai. Kalau masih sayang dibuang mau saya simpan dulu di gudang, kalau sudah rela dibuang ya dibuang. Begitu rencananya.

Di kerdus pertama saya ketemu brosur-brosur perjalanan jaman dulu kala. Nggak kepikiran untuk dibuang. Kerdus kedua saya ketemu majalah-majalah tahun 2000, Cosmo, Asri, Gatra, Matra, ehem… yang ada Inneke dengan pose yang kadang masih dibicarakan hingga kini. Di kerdus yang ketiga saya sedetik terpekik senang karena menemukan buku tercinta Totto-Chan Gadis Kecil di Jendela karangan Tetsuko Kuroyanagi. Tau Totto-Chan, kan ? Kalau nggak tau berarti ketinggalan jaman, ah.

Oke, saya nggak cerita tentang Totto-Chan karena sudah banyak yang mengulasnya. Tapi saya suka banget sama buku ini. Saya ketemu Totto-Chan di toko buku Scientific di Blok M secara ngga sengaja sekitar tahun 90-an. Tapi saya nggak langsung beli buku itu. Beli kan pake duit, waktu itu saya nggak ada duit. Kesian, ya. Setelah saya kerja satu tahun kemudian, baru saya beli.

Di antara buku-buku yang saya beli, Totto-Chan adalah buku favorit saya. Hari minggu ini, setelah bertahun-tahun, saya ketemu lagi sama buku ini. Oyah, tadi saya katakan sedetik saya terpekik senang. Tapi, detik berikutnya saya sebel seee sebel sebelnya, karena buku wajah Totto-Chan di sampul buku itu bopengan ! Dan ketika buku itu saya balik, ternyata bagian belakangnya sudah jadi santapan nikmat para rayap, bentuknya seperti sundel bolong ! Nggak cuma buku itu, sih yang kena. Ada beberapa buku dibolongi dengan sukses oleh para rayap. Catatan Pinggir-nya Gunawan Muhammad malah lebih parah. Bolong seperti terowongan ! Saman-nya Ayu Utami selamat ! Huh .. kalau harus memilih antara Totto dan Saman, saya pilih Totto yang selamat.

Sayang sekali harus membuang buku-buku itu. Pertama, buku adalah harta saya yang tidak ternilai[ehem] , kedua kalau beli lagi pasti harganya sudah berlipat-lipat. Ketiga, saya nggak rela harus kehilangan buku-buku bagus itu. Keempat, apalagi kalau bukan Kerakyatan yang dipimpin oleh … halllaahh !

Saya pandangi buku Totto-Chan dan yang lain. Saya bersihkan tanah-tanah yang menempel. Saya foto pakai kamera handphone, setidaknya sebelum saya buang saya ada bukti otentik pernah memiliki buku-buku itu. Saya seakan sedang melakukan perpisahan yang mengharukan. Saya merasa sangat bersalah sudah membiarkan buku-buku itu sekian lama berteman dengan rayap. Ada pikiran buat scan buku yang masih bisa diambil informasinya tapi tidak layak simpan karena sudah ada kandungan rayapnya. [Hendra, ini bukan jualan, ya. Eh tapi kalau ada yang mau ikutin jejak saya bisa ikutan nye-scan … uppppss .. out of topic !!].

Cukup lama waktunya saya memandang, menyentuh, membersihkan buku-buku yang ternoda itu. Tapi masih sisa beberapa kerdus yang harus saya seleksi. Untungnya rayap hanya suka Totto-Chan, imut kali ya gambar Totto-nya. Dokumen-dokumen lain selamat !

Saya lalu mengkelompokkan kertas-kertas, majalah, buku cerita, buku teks, buku kuliah, foto kopian, brosur-brosur. Saya menguatkan hati untuk membuang. Hati saya terlalu melankolis untuk berpisah dengan barang-barang tersebut. Tidak bisa !!!! ….. Saya tidak bisa membuangnya !!! Huuu …. Huuu ….huuu ….. Sinetron banget ! Tapi memang tidak bisa ! Atau, belum bisa kali yee …

Saya lalu teringat aksi pembakaran 1340 buku sejarah di Bogor. Kok bisa yaaa ?? Gara-gara nggak ngebahas PKI ? Oke kalo itu. Toh sejarah harus dibuat dengan sejelas-jelasnya. Tapi dibakar ? Aihh too much deeh …. Saya aja nggak tega buang satu buku ,itu juga gara-gara kena rayap, ini 1340 buku ??? Dibakar ??? Nggak salah kalau Bersihar Lubis bilang orang-orang yang bakar itu ‘dungu’.

***

Totto-Chan yang riang gembira bisa-bisanya ketemu sama om Sihar. Mereka lalu ngobrol sambil memandangi tempat sampah di mana bukunya bersemayam bersama hasil kremasi 1340 buku sejarah.

Totto : Om, saya sedih nih. Saya ada di tong sampah sekarang gara-gara nggak diurusin sama yang beli buku saya.

Om Sihar : Bah, kurang ajar !! Tak bedalah kalian semua orang-orang dungu !!!

Hooopppsss …. Totto melonjak kaget. Nggak disangka ngomong sama orang Batak galak banget menurutnya. Dia kan orang Jepang yang penuh tata krama, sopan santun dan lemah lembut! Untungnya Totto anak manis yang nggak cengeng. Nggak ngambek dibentak Batak. Nggak langsung ngadu ke Kaisar Hirohito.

Saya juga kaget. Saya pikir mimpi saya akan panjangan dikit, setidaknya ada alur ceritanya,ada apanya kek. Ada bunga-bunganya, kek. Ada acara makan dorayaki,kek. Pemanasan lah. Kaget, kan kalau langsung dibilang dungu.

Insinyur Bowo

Kenal Insinyur Bowo ? Dia bukan insinyur lulusan tahun 90-an atau 2000-an. Sepertinya lulus 25 atau 30 tahun yang lalu, mangkanya dia nggak segan pakai gelar insinyur di depan namanya. Insinyur sekarang kan jarang sekali yang buat kartu nama lengkap dengan gelar. Coba saja lihat kartu nama orang Indosat, Telkom, XL atau perusahaan sarang-sarang insinyur lainnya. Nggak ada tuh yang cantumin gelar. Pertama mungkin karena itu policy perusahaan, kedua mungkin karena sifat rendah hati sehingga nggak mau pamer [lagian kayak gituan aja dipamerin], yang ketiga mungkin lho karena tidak mau terlalu bertanggung jawab kalau ada problem teknis terus ada pertanyaan ’siapa nih insinyurnya ?’ Insinyur sekarang lebih berani taro gelar ST (Sarjana Teknik) ketika bikin surat undangan kawin, seenggak-enggaknya bikin orang tua bangga bisa nyekolahin anaknya sampai jadi insinyur. Padahal nggak ada hubungannya kawin sama gelar. Tapi Insinyur Bowo, dia dengan gagah berani menggunakan gelarnya. Lha wong udah cape-cape sekolah, kata beliau.

Oya, kenal Insinyur Bowo, nggak ? Ah …banyak sebenarnya yang namanya Bowo jadi insinyur, meski udah lama nggak ada lulusan di Indonesia yang pakai gelar insinyur lagi setelah lulus kuliah teknik, yang ada gelar Sarjana Teknik. Tapi tetep saja istilah insinyur dipakai. Contohnya ,” Jeung, anak saya sebentar lagi diwisuda jadi insinyur lhoo.” Sekarang, anak-anak lulusan teknik biasanya disebut engineer. Engineer – Insinyur …. apalah bedanya. Tapi terserah lah, saya cuma mau refresh cerita tentang Insinyur Bowo.

Cerita ini di-refresh karena Insinyur Bowo adalah tokoh rekaan dalam kaset lama Warkop DKI, grup lawak yang nggak perlu diterangkan lagi siapa mereka. Singkat cerita begini [karena cerita ini sudah lama banget, jadi banyak di-intervensi oleh improvisasi saya, tapi sama sekali tidak mengurangi makna cerita aslinya] :

Bowo yang sekarang sudah jadi insinyur ditantang untuk buat inovasi mengenai mesin cuci [kalau insinyur sekarang tantangannya adalah gimana bikin CV keren]. Setelah lama meneliti di lab, dia pamerkan ke khalayak mesin cuci yang bertenaga 5 Watts, setara dengan lampu pijar remang-remang, setara dengan mata orang yang ngantuk berat kan suka dibilang matanya tingga lima Watts.

Insinyur Bowo lalu presentasi dengan memasukkan sapu tangan kotor. Satu detik … dua detik … ciaaattt … . tiga detik sapu tangan keluar bersih rapi sudah disetrika. Orang-orang tepuk tangan.

Lalu mesin cuci diuji lagi. Dimasukkanlah kaos kaki putih yang kotor dan bau. Satu detik … lima detik …. ciaaaattttt ….. tujuh detik kaos kaki sudah putih bersih wangi siap dipakai. Orang-orang tepuk tangan.

Hmm… ada yang penasaran, lalu memasukkan kaos yang habis dipakai main bola di lapangan becek. Satu menit …. dua menit …. ciaaaaattt …. lima menit kaos sudah bersih, licin, aroma wanginya menyebar ke mana-mana. Tambah keras orang-orang tepuk tangan.

Tiba-tiba, ada orang lari-lari ke dalam ruangan bawa seprei ukuran jumbo sekalian bed covernya langsung dia masukkan ke mesin cuci. Satu menit …. dua menit ….. eehh …. satu jam …. dua jam …. Kok nggak kelar-kelar. Orang-orang berdebar menunggu. Nggak sabar nunggu sampai tiga jam mereka melongok ke dalam mesin cuci. Ehhhh …. Ternyata ….. ada lampu pijar 5 watts dan Insinyur Bowo sedang mencuci di dalamnya !

Kalau saya yang cerita nggak lucu kali ya. Baca entri selengkapnya »

Tiket Online PT KAI

Sebagai orang yang lahir dan hidup di Jakarta, juga saudara-saudara Bapak dan Ibu sebagian besar di Jakarta, Mbah Kung  juga Mbah Putri yang sudah lama nggak ada, eh masih ada satu Mbah Putri deng … saya dan keluarga tidak pernah mengkhususkan diri mudik ketika Lebaran. Keluarga besar saya ada di Jakarta, jadi kami menghabiskan waktu  Lebaran di Jakarta. Karena itu saya tidak pernah merasakan berdesak-desakan antri tiket di Gambir, apalagi naik Kereta Sapu Jagat … nggak pernah.

Baca entri selengkapnya »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!